oleh

Kirab Boyong Grobog,Penanda Pindahnya Pusat Pemerintahan di Grobogan

-News-157 views

Metro Pos – Masyarakat Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah hari ini menyaksikan Kirab Boyong Grobog. Prosesi boyong grobog ini merupakan gambaran ketika terjadi perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan, dari Kecamatan Grobogan pindah ke Kecamatan Purwodadi sampai saat ini.

Prosesi budaya hari ini, Minggu (3/3/2019) menarik perhatian masyarakat sekitar. Prosesi ini juga menjadi hari ulang tahun kabupaten Grobogan ke 293.
Ribuan warga tumpah ruah memenuhi tepi kanan dan kiri Jalan Raya Purwodadi-Pati.

Prosesi kirab Boyong Grobog dimulai dari kantor Kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan hingga ke pendapa kabupaten yang letaknya di Purwodadi. Bupati Grobogan Sri Sumarni memimpin langsung acara ini yang diikuti semua pimpinan FKPD, anggota DPRD, dan seluruh kepala desa

Dalam acara itu dikirab pula sebuah grobog kuno dari kayu jati berukuran sekitar 1 x 1 meter. Perabot grobog ini dulunya dipakai menyimpan dokumen pemerintahan saat boyongan dari Kecamatan Grobogan ke Purwodadi. Grobog ini dinaikkan dalam dokar dan dikawal beberapa orang berpakaian layaknya prajurit zaman kerajaan.

Dalam rombongan itu juga terdapat puluhan warga memikul gunungan sayur mayur dan hasil bumi. Dengan jumlah gunungan ada 12 buah. Gunungan itu kemudian diperebutkan warga sesampainya di Alun-alun Purwodadi.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, acara ini merupakan peringatan hari jadi ke-293 Kabupaten Grobogan.

“Saya mengucapkan selamat ulang tahun Grobogan ke 293, semoga lebih baik, bisa sejahtera secara utuh dan menyeluruh, mari kita bersama membangun Kabupaten Grobogan yang lebih bagus,” kata Sri di lokasi acara
Menurutnya Boyong Grobog bermakna pindahnya pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan ke wilayah Purwodadi, sebelumnya berada di Kelurahan Grobogan.

“Makna Boyong Grobog pada sejarahnya, bahwa letak pemerintahan dulu di Kecamatan Grobogan, tepatnya di Kelurahan Grobogan, kini di Kelurahan Purwodadi,” jelasnya.

Sesampainya peserta kirab di Pendapa Kabupaten Grobogan, gunungan hasil pertanian yang dibawa itu kemudian didoakan lebih dulu. Namun saat doa belum selesai, warga sudah berebut gunungan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed