oleh

CS anggota DPRD Kab. Pekalongan enggan maju Pilkada 2020

METROPOS.ID, Kajen –  Anggota DPRD Kab. Pekalongan Candra Saputra (CS) mendapat kehormatan secara khusus dari Ketum DPP PAN (Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Partai Amanat Nasional) Zulkifli Hasan. Orang nomor satu di Partai berlambang Matahari itu mengundang CS di rumdin (rumah Dinas)  Wakil Ketua MPR Komplek Widya Candra Jakarta, Selasa (7/1/2019).

CS yang mendapat perolehan suara terbanyak dalam Pileg 2019 kemarin, digadang – gadang bisa maju dalam Pilkada Kab. Pekalongan 2020 mendatang. Ternyata politikus muda tersebut tidak hanya mendapatkan suara terbanyak di Kab. Pekalongan saja, melainkan pendulang suara Caleg DPRD Kab/Kota terbanyak Se – Indonesia. Dengan demikian ia pantas mendapatkan penghargaan dari Ketum PAN. Hal ini di ungkapkan oleh anggota DPRD Kab. Pekalongan Dapil III.

Menurutnya, dirinya mendapat suatu kehormatan karena diundang secara langsung dan khusus oleh Ketum PAN, Zulkifli Hasan.

“Ya Mas, ini sebuah kehormatan karena saya dipanggil Ketum DPP PAN Bapak Zulkifli Hasan secara khusus,” ungkapnya.

Disinggung apa saja yang dibahas dalam pertemuan terbatas tersebut, CS mengaku mengenai Pilkada serentak 2020. Karena kebetulan di Kab.  Pekalongan ikut masuk dalam jadwal Pilkada serentak yang akan berlangsung September 2020 mendatang.

“Saya diajak untuk membahas Pilkada Kab. Pekalongan 2020. Disini Ketum jugamenanyakan kesiapan maju bupati/wakil bupati Kab. Pekalongan pada Pilkada tahun ini, namun saya sampaikan bahwa saya ataupun istri tidak akan maju baik sebagai Calon bupati/wakil bupati Kab. Pekalongan walaupun secara resmi mendapatkan rekomendasi dari partai, ” katanya, seraya menambahkan, bahwa DPP PAN siap membantu mengkomunikasikan dengan partai lain di tingkat pusat apabila saya berniat maju dan akan dibantu logistik juga,” terangnya.

Diakui dalam kesempatan itu ia juga mendapat apresiasi dari Ketum karena dalam Pileg kemarin bisa mendapatkan penghargaan atas Suara Caleg DPRD Kab/Kota terbanyak Se- Indonesia.

“Meskipun saya mendapat suara terbanyak dan bisa menjadi modal dalam Pilkada, namun saya sampaikan bahwa saya tetap Istiqomah untuk membangunan Kab. Pekalongan lebih maju, lebih sejahtera dan tetap mengemban amanah sebagai wakil rakyat. Saya bersama istri tetap tidak maju dalam pencalonan Pilkada karena prinsip saya sebagai anggota DPRD juga bisa ikut membangun dan mensejahterakan masyarakat Kab.  Pekalongan,” imbuhnya. (Mit/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed