oleh

Wow…Patung Dewa Empat Muka Kini Ada di TITD Kwan Sing Bio, Tak Perlu Ke Bangkok

METROPOS.ID, SOLO – Ketua Penilik Domisioner TITD (Tempat Ibadah Tri Dharma) Kwan Sing Bio Tuban, Alim Sugiantoro menyampaikan baru saja meresmikan Patung Dewa Empat Muka atau Patung Buddha bernama Se Mien Fo.

“Patung tersebut kini resmi menjadi salah satu koleksi TITD Kwan Sing Bio Kab. Tuban, Jawa Timur. Orang Indonesia tidak perlu ke Bangkok untuk melihat atau beribadah dihadapan Patung Dewa Empat Muka, di Tuban sudah ada,” ungkap Alim kepada wartawan di Solo, Selasa (10/11/2020).

Menurutnya, peresmian dilakukan langsung oleh Y.M. Bhante Khanit Sannano Mahatera, Biksu dari Thailand, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Se Mien Fo yang jatuh pada Sabtu, (9/11/ 2020) kemarin.

“Saat peresmian yang disaksikan sejumlah pengurus demisioner TITD Kwan Sing Bio Tuban dan umat Tri Dharma, Y.M.Bhante Khanit Sannano Mahatera berharap Patung Dewa Empat Muka ini membawa manfaat, kedamaian, ketentraman dan kebajikan bagi seluruh pihak dan makhluk,” tutur Alim.

Diketahui Patung Buddha Empat Muka dengan tinggi 129 cm ini didatangkan langsung oleh Alim yang juga pembina agama Kong Hu Cu dan keluarganya dari Bangkok Thailand. Sedianya acara peresmian juga akan dihadiri oleh Dirjen Agama Buddha, Caliadi, namun karena suatu hal membatalkan hadir.

“Setelah diresmikan, umat nantinya bisa melihat dan beribadah dihadapan Patung Dewa Empat Muka di TITD Kwan Sing Bio Tuban,” ujarnya.

Dibangunnya patung dewa itu atas ide dan dipelopori Alim, sebagai bentuk kerukunan umat dan melengkapi unsur agama yang ada di kelenteng, yakni Tri Dharma (Buddha, Tao, dan Khonghucu).

“Keberadaan Patung Dewa Empat Muka ini sebagai bentuk untuk menghormati sesama agama dan menjaga perdamaian serta persatuan umat di Kelenteng Tuban. Seperti kita tahu ada tiga agama yang ada di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Buddha, Tao, dan Khonghucu, semua mendapat porsi sama,” tegasnya.

Alim berharap perbedaan yang ada di kelenteng TITD Kwan Sing Bio Tuban harus dijadikan contoh kerukunan antar umat beragama. Sebab, selama ini umat yang datang ke kelenteng yang berasal dari luar daerah sangat menghormati perbedaan.

“Umat kelenteng Tuban harus menjadi contoh yang baik dalam rangka menjaga kerukunan antar umat beragama. Jika kita tidak rukun maka malu dengan teman-teman luar daerah yang datang ke Tuban,” pungkasnya. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed