oleh

Wisuda Blendid Ditengah Pandemi, UMS Terapkan Prokes Ekstra Ketat

UMS menggelar wisuda gabungan 3 periode dengan luring di Edutorium dan daring menggunakan aplikasi Zoom (foto Naura)

METROPOS.ID, SUKOHARJO – Di masa pandemi COVID -19 saat ini, membuat siapa saja harus berpikir kreatif untuk bisa menggelar acara tanpa berpotensi memicu kerumunan. Ini juga dilakukan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mengelar wisuda secara blendid (gabungan) luring dan daring selama 2 hari diikuti 3.386 peserta.

“Wisuda yang dilaksanakan ini kan blendid, yaitu luring dan daring. Yang ikut luring itu ada 1.993 yang kami bagi menjadi 4 sesi. Jadi masing – masing sesi antara 450 sampai 480 seperti hari ini,” kata Ketua Panitia Wisuda, Triyono saat ditemui usai acara wisuda di Edutorium kampus UMS, Sabtu (21/11/2020).

Mengingat saat ini masih pandemi, wisuda luring ditegaskan hanya diboleh diikuti oleh peserta yang sudah menjalani Rapid Test dengan hasil non reaktif COVID -19. Dan di lokasi wisuda, panitia juga membagikan masker dan hand sanitizer kepada masing – masing peserta wisuda luring.

“Pada saat masuk ke dalam kami atur satu – persatu, demikian juga saat keluarnya sehingga tidak terjadi kerumunan,” paparnya.

Sebelum pelaksanaan, Triyono menyebutkan sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID -19 terkait rekomendasi pelaksanaan acara di tengah pandemi. Setiap sesi, petugas dari Gugus Tugas COVID -19 selalu mengawasi dan memberikan pengarahan.

“Aturan ketat juga diberlakukan pada keluarga wisudawan yang mengantar. Jadi pengantar itu hanya satu, dan tidak diperbolehkan masuk ke dalam gedung. Mereka menunggu di tempat parkir. Dan prosesi wisuda sendiri juga tak lama, kurang lebih hanya 60 hingga 65 menit,” paparnya.

Seperti diketahui, wisuda luring digelar selama 2 hari, Jum’at – Sabtu (20-21/11/2020) dimana dalam 1 harinya dibagi menjadi 2 sesi. Sedangkan untuk pelaksanaan wisuda daring, panitia menggunakan aplikasi Zoom.

“Yang ikut wisuda daring dari rumah masing – masing dikomando oleh Pak Rektor. Sebelumnya, ijazah juga sudah diberikan. Yang daring ini jumlahnya 1.393, kebanyakan mereka dari luar Jawa,” imbuhnya.

Sementara Rektor UMS Sofyan Anif menyampaikan, wisuda yang berlangsung merupakan gabungan 3 periode yang sempat tertunda karena COVID -19, dan merupakan perdana di tahun 2020 yang sebelumnya tertunda. Oleh karenanya berlangsung 2 hari.

“Jadi ini merupakan wisuda gabungan (blendid-red) dari periode 3 tahun ajaran 2019/2020, periode 4 tahun ajaran 2019/2020 dan periode 1 tahun ajaran 2020/2021. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan protokol kesehatan ekstra ketat,” pungkas Rektor. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed