Kondisi jalan Parangjoro-Telukan, Kec. Grogol, rusak parah dipenuhi genangan air (Foto Istimewa)
Etik melakukan inspeksi mendadak (sidak) melihat langsung kondisi jalan yang berlubang besar – besar di berbagai ruas, mirip kolam karena penuh dengan genangan air sehingga membahayakan masyarakat pengguna jalan.
Kerusakan jalan yang belum lama dilakukan perbaikan ini, diduga penyebabnya adalah tingginya curah hujan diperparah dengan tidak adanya saluran air di sisi jalan sehingga air tidak bisa mengalir.
“Guna mengatasi ini, perbaikan dilakukan secara darurat terlebih dahulu untuk menambal lubang dan meratakan jalan dengan pengurukan pasir batu (sirtu). Setelah jalan kering, barulan dilakukan perbaikan secara menyeluruh, termasuk saluran airnya,” terangnya.
Perbaikan darurat dengan menutup lubang jalan yang rusak dengan sirtu untuk mengantisipasi jatuhnya korban dari pengguna jalan. Jalannya cepat rusak menurut Etik karena juga dilalui truk bertonase berat.
“Tahun lalu sebenarnya sudah ada anggaran untuk peningkatan jalan di sini. Namun, karena ada pandemi virus Corona dan dilakukan refocusing anggaran, perbaikan akhirnya ditunda dan sekarang justru mengalami kerusakan parah,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Atmojo membenarkan bahwa tahun lalu sudah dianggarkan Rp 7 miliar untuk peningkatan jalan. Namun, karena ada pandemi Corona dan dilakukan pergeseran anggaran, akhirnya proyek jalan tertunda.
“Untuk tahun ini sudah dianggarkan dan nanti tinggal dilelangkan. Mungkin lelang satu atau 1,5 bulan. Saat ini perbaikan sifatnya mendesak atau darurat dulu,” imbuhnya.
Diketahui, kerusakan jalan Parangjoro-Telukan sekira 400 meter. Nantinya, agar tidak mudah rusak tidak lagi menggunakan aspal tapi diganti cor beton. Selain itu juga dibuatkan saluran air di sisi kanan kiri jalan. (Naura/Red)
Kondisi jalan Parangjoro-Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo rusak parah dipenuhi genangan air (Foto Istimewa)











