oleh

Refleksi Peringatan Hari Pahlawan, PMII Sukoharjo Gelar Aksi Damai Malam Hari

Kabag Ops Polres Sukoharjo Kompol Agus Pamungkas menggunakan pengeras suara meminta peserta aksi damai refleksi Hari Pahlawan dari PMII Sukoharjo membubarkan diri (foto Naura)

Metropos.id, Sukoharjo – Aksi damai refleksi Hari Pahlawan digelar Pengurus PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Kab. Sukoharjo, Jateng, di alun-alun Satya Negara Sukoharjo, Rabu (10/11/ 2021) malam.

Dengan diterangi cahaya lilin, aksi tidak bisa berlangsung lama lantaran petugas dari Polres Sukoharjo meminta agar segera disudahi mengingat Sukoharjo masih PPKM Level 2.

Diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjut menyanyikan lagu mars PMII, aksi damai akhirnya hanya diisi pembacaan tuntutan evaluasi kebijakan Pemkab Sukoharjo.

Dalam rilis kepada awak media, PMII Sukoharjo yang dipimpin Muhammad Mishbahul Munir, menyampaikan, peringatan Hari Pahlawan semestinya tidak hanya berhenti pada rentetan seremonial belaka.

“Peringatan Hari Pahlawan harus menjadi momentum evaluasi sejauhmana tanggung jawab komponen bangsa dalam mengisi kemerdekaan,” sebutnya.

Oleh sebab itu, mereka menuntut kepada Pemkab Sukoharjo dapat mewujudkan cita -cita kemerdekaan dengan melakukan evaluasi sejumlah kebijakan.

Diantaranya, menuntut agar indeks pertumbuhan manusia dalam bidang pendidikan ditingkatkan sampai pada nilai pencapaian yang ideal sesuai parameter Badan Pusat Statistik (BPS).

Dalam kesempatan itu, Pemkab Sukoharjo juga didesak untuk meningkatkan indeks lama sekolah sampai pada tataran menengah atas.

Selain itu, sebagai langkah mengurangi jumlah pengangguran, maka Pemkab Sukoharjo dituntut membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Disisi lain, PMII Sukoharjo juga menyinggung tentang pencemaran lingkungan hidup oleh operasional pabrik serat rayon sintetis di Kec. Nguter, yakni PT RUM.

“Kami mendesak penyelesaian pencemaran lingkungan hidup yang diakibatkan oleh limbah pabrik PT RUM,” tegas Munir.

Perlu diketahui, semula aksi damai akan digelar didepan rumah dinas Bupati Sukoharjo, namun oleh aparat keamanan dari Polres Sukoharjo, Satpol PP dan dibantu TNI, tidak diperbolehkan.

Kabag Ops Polres Sukoharjo, Kompol Agus Pamungkas yang memimpin pengamanan menyampaikan, sesuai aturan dimasa pandemi, pengumpulan massa dalam jumlah banyak belum diijinkan.

“Maka kami meminta, adik-adik mahasiswa segera menyudahi aksi dan membubarkan diri sebelum jumlah yang datang semakin banyak. Ini situasinya masih PPKM,” ujarnya melalui pengeras suara.

Tidak sampai 1 jam, peserta aksi damai dari PMII Sukoharjo ini secara bersama -sama membubarkan diri pulang ke rumah masing-masing dengan tertib. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed