oleh

Seorang Ibu Rumah Tangga Di Sukoharjo Diperas Dan Dicabuli Pria Pengangguran

RM (42), warga Joho, Sukoharjo, tersangka pelaku penipuan dan pencabulan dikeler Satreskrim Polres Sukoharjo (Foto Nugroho)

Metropos.id, Sukoharjo – Seorang ibu rumah tangga di Sukoharjo menjadi korban pemerasan dan pencabulan oleh tetangganya sendiri. Kini pelaku berinisial RM (42) warga Joho, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) itu, mendekam di tahanan Polres Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengungkapkan, pelaku ditangkap oleh jajaran Satreskrim Polres Sukoharjo setelah menindaklanjuti laporan korban berinisial SNR (52).

“Kasus penipuan berkedok dukun palsu ini telah menyebabkan korban menderita kerugian dengan nilai Rp 70 juta.
Berawal dari curhatan korban soal kondisi rumah tangganya ke pelaku pada tahun 2018 lalu. Pelaku ini adalah tetangga korban,” ungkap Kapolres kepada awak media, Kamis (2/6/ 2022).

Mendengar curhatan korban, pelaku kemudian timbul niat jahat untuk memeras sekaligus mencabuli korban. Pelaku, pria pengganguran ini mengaku dapat membantu mengabulkan keinginan korban, yakni bercerai dengan suaminya.

“Jadi pelaku ini bertetangga dengan korban. Dalam menjalankan aksinya, dia mengaku mempunyai kenalan dukun yang dapat membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi korban. Padahal dukun yang disebut itu sebenarnya, ya tersangka sendiri,” papar Wahyu.

Dari rentang waktu 2018 hingga 2022 itu, tersangka dengan dalih diminta oleh sang dukun, kerap meminta sejumlah uang dengan alasan untuk membeli pernak – pernik syarat ritual, totalnya mencapai Rp 70 juta.

Kemudian, pada akhirnya tujuan korban bercerai dengan suaminya tercapai, namun pelaku kembali menjalankan siasat menawarkan bisa memberikan harta karun peninggalan Bung Karno dengan melalui berbagai ritual.

“Tersangka meminta uang untuk persyaratan ritual seperti membeli minyak apel, kepala babi, sepasang ayam cemani, hingga berhubungan badan berkali-kali,” jelas Kapolres.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 378 KUH Pidana dan atau pasal 372 KUH Pidana tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 4 (empat) tahun.

“Dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan, tersangka dalam menjalankan aksinya ini seorang diri. Sedangkan korbannya hanya satu, yang tak lain adalah tetangganya sendiri,” tutup Kapolres. (Nugroho/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed