oleh

Tak Bisa Tunjukkan Ijin Operasional, “Over_O” Bar & Kitchen Ditutup Sementara

Tim menyegel pintu utama ruang atau Bar & Kitchen di Over_O. (Foto Heru Santoso)

Metropos.id, Ungaran – Tim khusus dari Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskopumperindag) dan Satpol PP Kab. Semarang mendatangi Over_O – Bar & Kitchen di Jalan Diponegoro No 290 Ungaran, Kab. Semarang untuk melakukan penyegelan atau penutupan operasional sementara, Rabu (22/6/2022) siang. Kedatangannya itu diterima Bagian HRD, Nia di ruang bar.

Pengawas Perdagangan Ahli Muda – Diskopumperindag Kab. Semarang Suharyadi mengatakan, bahwa kedatangannya ini untuk melakukan penyegelan atau penghentian sementara Over_O yang ternyata tidak memiliki ijin untuk mengedarkan minuman yang mengandung alkohol dari Golongan A,B, dan C. Pemilik usaha tidak bisa menunjukkan bukti baik secara fisik maupun non fisik terkait dengan ijin resmi operasional.

“Pelaku usaha Over_O ini tidak mempunyai legalitas sebagaimana dimaksud yaitu ijin resmi operasional. Untuk itu, kami hentikan operasionalnya atau kami segel atau tutup sementara. Jika nantinya, pelaku usaha dapat menunjukkan ijin operasional secara resmi sesuai dengan ketentuan maka segel itu akan kami buka kembali,” kata Suharyadi didampingi petugas dari Satpol PP, usai melakukan penyegelan pintu utama menuju bar.

Terkait dengan peredaran minuman mengandung alkohol di Over_O ini, Suharyadi menegaskan bahwa kandungan alkoholnya diatas 60 persen. Untuk yang diijinkan, semuanya itu diijinkan asal pelaku usaha dapat memenuhi ketentuan yang berlaku. Disebutkan pula, dari NIB yang ada dan dimiliki pelaku usaha serta dilaporkan, ternyata batas akhirnya hingga bulan September 2021. Dari sini, pihaknya telah melakukan tindakan preventif. Diantaranya, memberikan peringatan baik secara tertulis maupun lisan. Sekarang ini yang terakhir dengan melakukan penghentian usaha dan dilakukan penyegelan tempat usaha.

Sebelum dilakukan penyegelan sempat dilakukan koordinasi antara Tim khusus dari Pemkab Semarang (Diskopumperindag dan Satpol PP) dengan perwakilan menajemen Over-O yang diwakili Bagian HRD. Pembicaraan berjalan alot serta dari Tim Pemkab Semarang sempat menunggu berjam-jam terkait data yang akan ditunjukkan pihak manajemen.

“Pihak manajemen Over_O melalui Bagian HRD hanya menjelaskan jika perijinan masih dalam proses. Namun, prosesnya bagaimana dan sampai dimana, tidak dapat menunjukkan bukti. Dengan demikian, Over_O ini tidak memiliki ijin operasional dan harus ditutup atau dihentikan untuk sementara,” jelas Suharyadi didampingi Subiyakto, Gouncalves, Maskuri, dan Alvin (dari Satpol PP).

Sementara itu, Bagian HRD Over_O Nia tidak mau memberikan keterangan apapun terkait dengan penyegelan atau penutupan sementara Over_O ini. Alasannya, dirinya tidak berwenang memberikan keterangan.

“Saya disini tidak berwenang memberikan penjelasan atau keterangan. Saya hanya dari Bagian HRD,” kilah Nia.

Terpisah, Ketua DPRD Kab. Semarang Bondan Marutohening menyatakan, bahwa DPRD sangat mendukung tindakan tegas terkait dengan langkah penertiban terhadap jenis pelanggaran apapun jenisnya.

“Kami akan dukung langkah tegas itu. Harus tegas begitu, kalau memang ada pelanggaran. Yang jelas, kami mendukung upaya penertiban terhadap pelanggaran apapun jenisnya,” pungkas politisi PDI Perjuangan. (Heru/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed