oleh

Satpol PP Kota Semarang Tunda Pembongkaran Lapak Di Perum Korpri Bukit Sambiroto Asri

Efan, Kepala Seksi Pembinaan PPNS Satpol PP Kota Semarang memberikan keterangan usai mediasi dengan warga RT 13 RW 08 Perum Korpri Bukit Sambiroto Asri. (Foto Wb)

Metropos.id, Semarang – Rencana pembongkaran lapak angkringan di Perum Korpri Bukit Sambiroto Asri RT 13/RW 08 Kelurahan Sambiroto, Kec. Tembalang, Semarang oleh Satpol PP Kota Semarang yang sedianya dilaksanakan pada Senin (5/6/2023) akhirnya ditunda.

Penundaan dilakukan setelah Satpol PP Kota Semarang melakukan koordinasi dengan perwakilan warga di Kantor Kelurahan Sambiroto.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, melalui Kepala Seksi Pembinaan PPNS Satpol PP Kota Semarang, Stefanus Rentandame Samuel, SAP (Efan) kepada awak media menyampaikan, penundaan pembongkaran lapak angkringan di Perum Korpri Bukit Sambiroto Asri dilakukan setelah pihaknya mengetahui adanya surat dari Biro Hukum Pemrov Jateng memanggil warga (penjual angkringan) untuk dimintai keterangan pada Selasa (6/6/2023) besok.

“Kami mendapat aduan dari salah satu warga yang memiliki tanah tersebut. Aduan kami terima pada bulan Maret 2023. Selanjutnya kami juga sudah klarifikasi ke lokasi itu memang PKL,” ujar Efan di Kantor Kelurahan Sambiroto, Senin (5/6/2023).

Satpol PP Kota Semarang sendiri dikatakan Efan sudah menerima surat dari Biro Hukum Pemprov Jateng terkait klarifikasi yang menyebutkan bahwa lokasi PKL tersebut berada di Perumahan Korpri Provinsi Jateng.

“Jadi kami ke Biro Hukum Provinsi Jateng kita klarifikasi bahwa lokasi itu melanggar Perda 3 Tahun 2018 Tentang PKL,” kata Efan.

Dijelaskan Efan, karena warga menerima surat dari Biro Hukum Provinsi Jateng untuk dilakukan mediasi terlebih dulu pada 6 Juni 2023, maka pihaknya menghargai adanya surat tersebut dan menunda rencana pembongkaran lapak setelah warga bertemu dengan Biro Hukum Pemprov Jateng.

Efan juga menerangkan, pihaknya akan menunggu hasil pertemuan warga dengan Biro Hukum Pemprov Jateng untuk dijadikan dasar acuan tindakan selanjutnya.

Sebelumya metropos.id telah meminta keterangan kepada Ketua RT 13/RW 08 Perum Korpri Bukit Sambiroto Asri, Ngadiso pada Minggu (4/6/2023) sore terkait rencana pembongkaran lapak angkringan yang berada di wilayahnya.

Ngadiso mengatakan pendirian lapak angkringan yang berada di wilayahnya tersebut awalnya didirikan sebagai upaya untuk menambah penghasilan warga di masa pandemi Covid-19 dua tahun lalu.

Selain itu lapak yang terbuat dari bahan bambu dan atap terpal plastik tersebut dimanfaatkan warga RT 13 RW 08 Kelurahan Sambiroto sebagai sarana pertemuan (rapat) warga.

Adanya penundaan pembongkaran lapak oleh Satpol PP Kota Semarang yang rencananya dilaksanakan Senin (5/6/2023), dirinya mengaku bersyukur atas penundaan tersebut dan berharap lapak tidak dibongkar karena menjadi tempat berkumpulnya warga saat pertemuan rutin bulanan.

Ngadiso berharap tenda yang saat ini meski tak digunakan untuk berjualan lagi, dirinya berharap itu tidak dibongkar dengan alasan untuk dipergunakan tempat pertemuan warga.

“Meskipun tidak dijadikan tempat jualan lagi, tapi yang lebih penting lagi untuk tempat pertemuan warga,” pinta Ngadiso usai koordinasi di Kantor Kelurahan Sambiroto dengan pihak Satpol PP Kota Semarang, Senin (5/6/2023). (wb/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed