Foto : Bupati Tegal saat melantik dan mengukuhkan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas, Jumat (9/1/2026).(ft.hms).
METROPOS.ID || SLAWI – Pemkab Tegal menggelar pelantikan dan pengukuhan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas pada Jumat (9/1/2026). Prosesi tersebut berlangsung tidak biasa karena dilaksanakan di 2 titik, yakni ruas Jalan Pagerbarang–Jatibarang, tepat di depan SMA Negeri 1 Pagerbarang, serta di Pendopo Amangkurat, Slawi.
Sebanyak 449 pejabat resmi di lantik dan dikukuhkan dalam agenda tersebut. Dari total tersebut, 243 pejabat mengikuti prosesi pelantikan di ruas Jalan Pagerbarang–Jatibarang, sementara 206 pejabat lainnya di kukuhkan di Pendopo Amangkurat.
Sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama yang dikukuhkan antara lain Sekda Tegal Amir Makhmud, 3 Staf Ahli Bupati, 3 Asisten Sekda, serta beberapa kepala perangkat daerah strategis. Di antaranya Kepala BPKAD, Kepala Bapenda, Kepala BKPSDM, Kepala Dinas Kominfo, Kepala DPUPR, hingga Kepala DPMPTSP.
Selain itu, Pemkab Tegal juga melakukan rotasi pada sejumlah jabatan kepala dinas. Riski Subiantoro dipercaya menjabat Kepala Dinas Perikanan, Supriyadi sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja (Perintransnaker), serta Agus Sukoco sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Untuk jabatan administrator, beberapa pejabat yang dilantik diantaranya, Sihabudin sebagai Camat Bumijawa, Moh. Domiri sebagai Camat Bojong, Pri Haryono sebagai Camat Balapulang, Erlin Trisnawati sebagai Camat Margasari, dan Bekti Sularko sebagai Camat Slawi.
Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rohman, S.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan.
Ia menekankan bahwa seluruh proses pelantikan dilakukan secara objektif, profesional, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Mutasi dan rotasi adalah hal yang wajar dalam birokrasi. Proses ini di lakukan secara objektif dan transparan. Saya pastikan tidak ada praktik jual beli jabatan maupun transaksi yang mencederai integritas pemerintahan,” tegasnya.
Dalam arahannya, Bupati Ischak mengibaratkan Pemkab Tegal sebagai sebuah rangkaian kereta api, dimana Bupati dan Wakil Bupati berperan sebagai lokomotif. Seluruh perangkat daerah, menurutnya, harus mampu bergerak seirama demi mencapai tujuan pembangunan.
“Jika lokomotif sudah melaju, seluruh gerbong harus mengikuti ritmenya. Dengan kerja yang sejalan, target pembangunan daerah dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.
Bupati juga berharap para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab baru, bekerja secara profesional, menjunjung tinggi integritas, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Pemilihan ruas Jalan Pagerbarang–Jatibarang sebagai lokasi pelantikan, lanjut Bupati, memiliki makna simbolis. Lokasi tersebut merupakan ruang publik yang dilalui masyarakat setiap hari, sebagai pesan bahwa birokrasi Pemkab Tegal hadir dan dekat dengan rakyat. Selain itu, jalan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah melalui program Inpres Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah dengan total anggaran Rp16 miliar, terdiri dari Rp14 miliar dana pusat dan Rp2 miliar dari APBD Kab. Tegal.
Usai pelantikan, Forkopimda Kab. Tegal memberikan ucapan selamat kepada para pejabat yang dilantik. Agenda dilanjutkan dengan peresmian jalan penghubung Pagerbarang (Kab. Tegal) dan Jatibarang (Kab. Brebes) oleh Bupati Tegal bersama jajaran Forkopimda.
Melalui pelantikan pejabat dan peresmian infrastruktur tersebut, Pemkab Tegal berharap dapat memperkuat kinerja birokrasi sekaligus mendorong percepatan pembangunan dan konektivitas antarwilayah secara berkelanjutan. (her/red).











Komentar