Penyembelihan hewan qurban di Masjid Al Muhajirin Jatisari Lestari RW XI Mijen, Semarang. (ft.had).
METROPOS.ID || Semarang – Warga Perumahan Jatisari Lestari RW XI Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah melaksanakan penyembelihan hewan qurban di Masjid Al Muhajirin Komplek Perum Jatisari Lestari Mijen, Semarang, Senin (17/6/2024).
Sebanyak 11 ekor sapi dan 11 ekor kambing yang merupakan qurban dari warga seputar Perumahan Jatisari Lestari yang terdiri dari 11 RT di RW XI Kelurahan Jatisari, Kec. Mijen, Semarang.
“Setiap tahunnya kegiatan Idul Adha memang hampir sama ya. Cuman kebetulan tahun ini (2024) ada sedikit penurunan jumlahnya dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tahun sebelumnya (2023) hewan qurban dari warga Perum Jatisari Lestari Mijen berjumlah 13 ekor sapi dan 25 kambing. Adapun di tahun ini (2024), sapi 11 ekor dan kambing 11 ekor,” jelas Dwi Suryanto, Ketua Panitia Idul Adha 1445 H kepada metropos.id, Senin (17/6/2024).
Penurunan jumlah hewan qurban menurut Dwi, dimungkinkan karena berbarengan dengan kenaikan kelas dan pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2024 mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
“Dibanding tahun kemaren sebetulnya kan hampir sama ya, cuman kalo tahun ini ndilalahnya barengi dengan pencarian sekolah di tahun ajaran baru, sehingga ada sedikit penurunan hewan qurban,” ucap Dwi.
“Dibandingkan tahun kemaren targed kita saat ini akan lebih besar kurang lebihnya ada 300an. Karena tahun kemaren itu jumlahnya 2.200 paket yang dapat kita buat. Untuk tahun ini targednya ada 2.500 paket,” imbuhnya.
“Dengan komposisi sapi yang turun ini sebetulnya kita juga tidak pesimis, karena walaupun nilai jumlahnya turun, namun secara fisik, sapi lebih besar. Harapannya mudah-mudahan dengan keprofesionalan dan seringnya bapak-bapak yang kita hayer (hire.red) untuk ikut kegiatan panitia ini, proses kecepatan dan ketepatan waktu pemotongan lebih efektif dan efesien,” tambah Dwi Suryanto.
Sebelumnya, di tahun 2023 jumlah daging yang ditasarufkan berjumlah 2.200 paket. Sedangkan untuk tahun 2024 ini jumlah daging yang akan ditasarufkan berjumlah 2.500 paket.
Proses penyembelihan hewan qurban seluruhnya dikerjakan oleh warga Perum Jatisari Lestari RW XI dan tidak menghayer (meng-hire) tenaga profesional dari pihak luar.
“Dari awal berdirinya Masjid Al Muhajirin, sampai dengan saat ini, semuanya kita memberdayakan warga sekitar, agar tetap guyub dan kompak. Dan dari kita sendiri bisa mengevaluasi segala kekurangan dari kegiatan yang kita laksanakan,” ucap Dwi.
Dari beberapa tahun yang sudah berjalan, dirinya bersama panitia qurban telah melakukan beberapa evaluasi, diantaranya yang pertama adalah terkait dengan penggunaan alat.
Menurutnya, alat harus benar-benar bagus dan berkualitas, baik itu pisau kelet dan pisau pencacah daging, harus mempunyai kualitas yang baik.
“Kalau kualitasnya baik, kita tidak akan mengeluarkan energi yang besar, sehingga dapat menghemat tenaga,” ujarnya.
Yang kedua menurutnya adalah kecepatan. Mulai dari proses pemotongan, pengeletan, pemisahan daging dengan tulang sedapat mungkin bisa cepat. Sehingga targed waktu pukul 15.00 WIB semua sudah selesai.
Adapun pentasarufan daging, selain dibagikan kepada warga sekitar Kec. Mijen dan 100% semua warga Perum Jatisari Lestari Mijen, juga menyasar wilayah Karanganyar Demak (korban banjir) yang sudah terverifikasi datanya serta warga binaan di wilayah Purwodadi Gubug.
Sebelumnya pada Ahad malam (16/6/2024) Masjid Al Muhajirin Jatisari Lestari Mijen melaksanakan takbir keliling yang diikuti sekitar 25 armada mobil hias.
Dan dipagi harinya, Senin (17/6/2024) dilaksanakan Sholad Id di Masjid Al Muhajirin dengan imam dan khotib Ustadz Supriyanto, SHI, yang sebelumnya dalam pemberitaan metropos.id disebutkan Ustadz Supriyanto, MAg, maka dalam pemberitaan kali ini telah dibetulkan sesuai gelar yaitu, Ustadz Supriyanto, SHI. (had/red).












Komentar