oleh

Tradisi Arak-arakan Berkuda Dalam Rangka Khotmil Al-Qur’an Di Desa Sukahurip Diwarnai Hujan Deras

-Ciamis-0 views

Sejumlah kegiatan dalam rangka Khotmil Qur’an di Desa Sukahurip (ft Her)

METROPOS.ID II CIAMIS – Tradisi arak-arakan berkuda yang diadakan oleh masyarakat Dusun Sambungjaya RT 14/RW 06, Desa Sukahurip, Kec. Pamarican, Kab. Ciamis, Jawa Barat (Jabar) merupakan tradisi Jawa turun-temurun khususnya di Desa Sukahurip yang sudah dilakukan sejak zaman dahulu setiapa acara Khotmil Qur’an anak-anak Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA), Selasa (7/1/2025).

Ketua Panitia Luthfi Umam, menyampaikan bahwa tradisi arak-arakan berkuda ini biasa dilakukan dibulan Maulid atau pada saat hari libur sekolah dan ketika sudah banyak anak-anak TPA di masjid yang sudah khatam Al-Qur’an.

“Tradisi arak-arakan berkuda ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur orang tua karena anaknya sudah berhasil khatam Al-Qur’an. Selain itu Tradisi ini juga bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada mereka yang telah khatam Al-Qur’an dan memotivasi kepada mereka yang belum khatam Al-Qur’an agar semangat dalam mengaji dan segera mengkhatamkan bacaan Al-Qur’annya,” ujarnya.

Pada tahun ini yang Khatam Al Qur’an sebanyak 12 anak di antaranya 2 laki-laki dan 10 perempuan, alhamdulilah tahun ini paling banyak di bandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu arak-arakan berkuda ini penunggangnya adalah anak-anak TPA yang sudah berhasil khatam Al-Qur’an. Mereka menunggangi kuda dengan riasan dan kostum yang meriah seperti putri bagi anak perempuan dan seperti pangeran bagi anak laki-laki.

Anak-anak yang menunggangi kuda nantinya akan star dari Dusun Ciparakan melewati Desa Sukahurip dengan iring-iringan musik dan bersholawat serta umbul-umbul nama anak.

Gemparan suara musik mengimbangi seruan sholawat membuat acara arak-arakan berkuda ini makin ramai. Hal ini membuat warga desa sangat antusiasme menyaksikan arak-arakan berkuda ini di pinggir jalan maupun yang mengikutinya dari belakang. Nantinya di berbagai titik perjalanan, kuda yang ditunggangi oleh anak-anak akan melakukan aksi jingkrak-jingkrak dan hal itulah yang menjadi pusat perhatian dari warga yang menonton.

Luthfi juga mengatakan, acara arak-arakan kuda ini dilaksanakan oleh pemilik hajat yaitu orang tua santri dari anak-anaknya yang telah khatam Al-Qur’an, biasanya mereka akan menyewa kuda untuk ditunggangi oleh anak-anaknya pada saat acara.

“Kami Panitia Peringatan isra mi’raj dan Khotmil Qur’an mushola Nurul Hidayah Dusun Sambungjaya Desa Sukahurip juga akan membantu pelaksanaan acara ini mulai dari persiapan sampai jalanya acara arak-arakan berkuda,” katanya.

“Saya sangat bangga sekali kepada para Santriwan dan Santriwati meskipun acara arak-arakan diwarnai dengan cuaca yang tidak begitu mendukung karena turun hujan deras sekali tetapi dengan semangat arak arakan berjalan sampai ke lokasi meskipun basah-basahan,” lanjutnya.

Diakhir acara diadakan pemberian santunan ke para jompo dan anak yatim-piatu.

“Dan Alhamdulilah pada malam puncak nanti juga di isi mubaligh KH. Miftahudin Zuhri , penceramah dari kebumen Jawa Tengah, semoga acara ini berjalan dengan khidmat dan sukses Aamin,” pungkasnya. (Her/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed