Petugas bersama warga saat dilokasi bencana (ft her)
METROPOS.ID || TEGAL – Aparat kepolisian bersama Pemda terus mengintensifkan penanganan bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kec. Jatinegara, Kab. Tegal. Sejak Kamis hingga Jumat, 19–20 Februari 2026, Polres Tegal secara aktif melakukan pemantauan kondisi lapangan guna memastikan keselamatan warga terdampak.
Langkah yang dilakukan meliputi pengamanan wilayah rawan, patroli rutin, pengumpulan data lapangan, serta koordinasi dengan lintas instansi terkait. Upaya tersebut dilakukan sebagai respons atas kondisi tanah yang masih berpotensi bergerak dan dapat membahayakan permukiman warga.
Data sementara mencatat sebanyak 900 unit rumah terdampak bencana, dengan rincian 405 rumah mengalami kerusakan berat, 190 rusak sedang, 96 rusak ringan, dan 164 rumah masih dalam kondisi relatif aman. Selain itu, terdapat penambahan 45 unit rumah yang masuk dalam pendataan Pemdes. Dampak bencana meluas di RW 01 hingga RW 04, termasuk kerusakan fasilitas sosial, tempat ibadah, sarana pendidikan, jalan desa, bendung irigasi, serta jembatan penghubung antarwilayah. Sebanyak 2.346 ekor hewan ternak juga di laporkan terdampak.
Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi mencapai 726 kepala keluarga atau sekitar 2.227 jiwa. Para pengungsi tersebar disejumlah lokasi, mulai dari rumah warga, sekolah, majelis, pondok pesantren, hingga desa-desa terdekat. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, mengingat pergerakan tanah masih terpantau aktif.
Dalam penanganan darurat, pemerintah menerapkan sistem distribusi logistik satu pintu untuk memastikan bantuan tersalurkan secara merata. Pelayanan kesehatan terpadu juga disiagakan bagi warga terdampak. Selain itu, pembangunan hunian sementara di Desa Capar seluas kurang lebih 4,7 hektare di jadwalkan berlangsung mulai 15 Februari hingga 15 Maret 2026.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, kepolisian meningkatkan patroli pengamanan di area permukiman yang di tinggalkan warga guna mencegah potensi tindak kriminal.
Kapolres Tegal, Bayu Prasatyo, menegaskan bahwa seluruh jajaran Polres Tegal terus di kerahkan dalam penanganan bencana tersebut.
“Polri hadir disetiap tahapan penanganan bencana, mulai dari evakuasi, pengamanan lokasi, hingga pendistribusian bantuan. Kami bersinergi dengan TNI, Pemda, serta relawan untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan maksimal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan pergerakan tanah susulan dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan. Hingga kini, kondisi di lokasi pengungsian di laporkan aman dan terkendali, sementara operasi tanggap darurat masih terus berjalan. (her/red).











Komentar