METROPOS.id, Boyolali – Menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Boyolali mengajukan dua pasangan bakal calon Bupati ke DPP PDIP paling lambat tanggal 23 September nanti.
Menurut Ketua DPC PDIP Boyolali, S Paryanto, kedua pasangan tersebut yaitu, paket pertama adalah Muh Said Hidayat berpasangan dengan Wahyu Irawan. Paket kedua adalah Wahyu Irawan dengan Marsono. Kedua pasangan tersebut diputuskan dalam rapat dengan jajaran PAC dan DPC.
“Kami memang mengusung nama tersebut setelah mendengarkan aspirasi yang masuk lewat PAC- PAC,” ujarnya.
Ditemui wartawan usai rapat di Panti Marhein, Sabtu (21/9/2019), Paryanto mengakui, pihaknya bisa dengan cepat memutuskan pasangan bakal calon yang diusung. Pasalnya, DPC hanya menggelar penjaringan secara tertutup.
“Kami tidak menggelar penjaringan secara terbuka. Ini juga instruki bahwa pengajuan ke DPD dan DPP PDIP paling lambat tanggal 23 September ini,” jelasnya.
Hal ini menilik kekuatan DPC PDIP Boyolali yang mampu meraih mayoritas kursi di DPRD dengan raihan 35 kursi dari total 45 kursi yang ada. Sehingga PDIP bisa mandiri untuk mangajukan pasangan calon dalam Pilkada mendatang.
“Beda kalau koalisi dengan partai lain, maka perlu pembahasan dengan mitra koalisi. Sehingga mungkin lewat penjaringan terbuka dan butuh waktu lebih lama,” terangnya.
Ditambahkan, diusungnya dua pasangan tersebut juga sebagai respon atas ketentuan partai yang menginstruksikan pengajuan pasangan calon minimal dua pasang. Nama yang diusung pun sudah melalui pertimbangan matang.
Dimana Muh Said Hidayat yang kini menjabat sebagai Wabup Boyolali sudah memiliki konstribusi yang besar terhadap partai. Demikian pula Wahyu Irawan yang berlatar belakang pengusaha, memiliki kontribusi terhadap kegiatan partai.
“Semua sudah dipertimbangkan mendalam. Sedangkan Marsono saat ini menjabat selaku Sekretaris DPC PDIP dan juga anggota DPRD,” imbuhnya.
Setelah pengusulan, maka nantinya digelar sekolah partai. Sehingga pasangan calon yang akan masuk ke eksekutif mengetahui tugasnya, termasuk koordinasi dengan legislatif. Di sana, mereka akan digembleng lebih lanjut.(Mul/Red).












Komentar