METROPOS. id, Boyolali – Jalur evakuasi Gunung Merapi sepanjang 3,2 KM telah rampung dikerjakan melalui program TMMD reguler ke 106 di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari.
Meskipun resmi ditutup, Kamis (31/10/2019) TNI akan meneruskan programnya, yakni dengan melakukan pipanisasi untuk mengatasi kelangkaan air bersih di desa setempat.
Selain pembangunan jalan, Program TMMD kali ini juga membangun berbagai fasilitas sosial lain, diantaranya bak penampungan air dan perbaikan 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Sebagai Pemimpin Upacara penutupan TMMD yaitu Danlanud Adi Soemarmo, Kolonel Pnb Adrian Pangarapan Damanik. Dan dalam sambutannya mengatakan, pembangunan infrastruktur fisik ini merupakan salah satu metode saja dari TNI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain program fisik, TNI juga melakukan program non-fisik secara berkelanjutan, diantaranya berbagai penyuluhan tentang kesadaran berwarga negara hingga bahaya narkoba.
Sementara Danrem 074/ Warastratama, Kolonel Inf Rafael Granada Baay menjelaskan Pembangunan dan perbaikan jalur evakuasi dengan betonisasi tersebut menjadi prioritas dalam program TMMD kali ini. Sebab infrastruktur tersebut akan mempermudah proses evakuasi kebencanaan ancaman erupsi di desa tertinggi di lereng timur Gunung Merapi tersebut.
“Sebelumnya jalurnya hanya tanah liat. Apalagi kalau hujan, jalan menjadi berlumpur sehingga mempersulit proses evakuasi bilamana sewaktu-waktu dibutuhkan. Itulah mengapa pembangunan jalur ini diutamakan,” jelasnya.
Selain pembangunan jalur evakuasi, lanjut Danrem, Korem 074/Warastratama sendiri sudah melakukan berbagai persiapan ancaman kebencanaan Merapi, diantaranya pelatihan siaga bencana kepada para personel. Protapnya, dalam waktu 1×24 jam, personel Korem siap melakukan evakuasi.
Pihaknya juga berencana melakukan pipanisasi, ia sudah berbicara dengan Camat serta Sekda Boyolali untuk upaya tersebut. Sebab dari pengamatannya, selama ini, terutama di musim kemarau, warga setempat selalu kekurangan air bersih karena ketiadaan sumber air.
“Dengan sistem gravitasi, untuk mengangkat air dari bawah sekitar 500 meter dan disalurkan ke desa untuk mengatasi kelangkaan air bersih,” pungkasnya. (Mul/Red).







Komentar