METROPOS.id, Boyolali – PT. Abiyoso Batara Alba (ABA), Boyolali, mulai mengurangi produksi kayu lapis dengan mengganti produk baru. Kebijakan ini dilakukan untuk mengejar target ekspor sebagai prioritas.
Kepala Produksi PT Abioso, Rusdianto menjelaskan, saat ini produksi kayu lapis mayoritas untuk pasar domestik. Namun, demikian, secara bertahap, pihaknya akan memprioritaskan pasar ekspor dengan produk baru.
“Saat ini, 70 % untuk pasar domestik dan 30 % ekspor, dimana produksi mayoritas adalah kayu lapis, kami akan mulai mengurangi produksi kayu lapis dan beralih ke melamin untuk mengejar target ekspor,” kata Rusdianto.
Dijelaskannya jika saat ini pasaran ekspor sangat tinggi. Dengan kualitas yang lebih bagus, maka permintaan pun semakin meningkat.
“Pasar Eropa untuk interior dan mebel terbuka luas karena memang produk baru ini lebih praktis dan mudah dibentuk,” jelasnya.
Presdir PT Abioso, Mintarjo menjamin, kualitas produk yang dihasilkannya. Selain harganya lebih murah, produk mudah dibentuk dan finishing lebih mudah. Bahkan, bahan tersebut mampu bertahan hingga 15 tahun.
“Untuk bahan baku, pihaknya tidak kesulitan. Bahan utama kayu mudah diperoleh dari petani di kawasan Boyolali dan tempat lain di wilayah Jawa. Namun, untuk bahan kertas dan lem masih harus didatangkan dari luar negeri,” ujarnya. (Mul/Red).







Komentar