METROPOS.ID, Boyolali – Melihat banyaknya limbah akar dan potongan kayu tidak terpakai berbagai ukuran menumpuk di lahan kosong milik salah satu warga Bakungan, RT 02/16, Kel. Siswodipuran, Kec. Boyolali.
Di tangan pemuda yang lulusan pondok pesantren satu ini, barang yang tadinya dipandang sebelah mata ternyata bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai tinggi. Limbah – limbah tersebut disulap menjadi kerajinan tangan yang cantik dan unik. Meski belum begitu trampil, karya berupa meja dan kursi ini sangat menarik serta bernilai seni tinggi.
Rahardian Sena Atmaja atau sering disapa Heri salah satu warga asli Gunung Kidul mengatakan, mengolah limbah kayu menjadi furniture ini awalnya coba – coba atau iseng.
“Iseng saja, melihat banyaknya bongkahan kayu yang dibakar begitu saja untuk memasak dan kurang dimanfaatkan sekaligus untuk mengisi waktu luang ,” ujar Heri saat dijumpai wartawan, Senin, (10/2/2020).
Awalnya, kata Heri, dirinya mengalami kesulitan karena tidak memiliki peralatan yang memadai untuk mengelola limbah kayu. Karena niat ingin merubah limbah menjadi kerajinan yang unik, atas bantuan warga setempat, akhirnya dia bisa mewujudkan ide kreatifnya.
Banyak limbah kayu dari potongan pohon yang tidak terpakai, akhirnya Heri mencoba memanfaatkannya untuk dibuat furniture unik yang memiliki nilai seni.
Dalam membuat meja ini, Heri hanya mengandalkan insting dan kemauan ingin mencoba. Dibantu dengan warga setempat, akhirnya, apa yang dikerjakan terbukti, beberapa set meja kursi unik sangat memukau mata telah terpasang diruang tamu.
“Modal yang dikeluarkan sebetulnya tidak besar karena bahan baku kayunya merupakan limbah yang dibuang. Hanya saja yang membutuhkan biaya untuk bayar upah belah dan potong kayu,” tuturnya.
Dirinya tidak pernah mematok harga dari hasil kreasinya.
“Yang penting sesuai dengan harga pasaran,” pungkasnya. (Mul/Red).








Komentar