METROPOS.ID, Sukoharjo – Selama ini masyarakat ketika mendengar kata bakteri sebagian besar langsung mengidentifikasikannya dengan sesuatu yang berbahaya. Bakteri jamak dituding sebagai biang sumber penyakit, dan berbahaya.
Organisme mikroskopis yang tidak terlihat dengan mata telanjang ini tak dipungkiri merupakan biang keladi dari berbagai macam penyakit serius. Mulai dari pneumonia, tipes, TBC, hingga meningitis.
Banyak yang tidak tahu bahwa sebenarnya bakteri tak selalu merugikan. Ada jenis-jenis bakteri yang baik dan sangat bermanfaat untuk kehidupan dan kesehatan manusia.
Seperti hasil penelitian yang dilakukan Ambarwati, salah satu dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Berkat disertasinya yang berjudul “Karakterisasi Molekular dan Senyawa Bioaktif Streptomyces dari Rhizosfer Rumput (Suket-Red) Teki didataran tinggi Cemoro Sewu, Magetan, Jatim”, ia meraih gelar Doktor Biologi dari UGM.
“Dalam penelitian ini, saya menemukan 6 isolat (bakteri) Streptomyces yang berpotensi menghasilkan antibiotik,” paparnya saat konferensi pers bersama Rektor UMS Sofyan Anif, Senin (24/2/2020).
Secara singkat dijelaskan, berdasarkan hasil analisis menggunakan tiga software salah satunya AntiSMASH, diketahui bahwa bakteri temuannya memiliki kluster gen pengkode senyawa bioaktif sebanyak 53 kluster.
Penemuan satu spesies bakteri baru ini, oleh Ambar diajukan namanya sebagai Streptomyces Cemorosewuensis sp.Nov. Dan saat ini sedang dalam proses dimasukkan ke jaringan web NCBI (National Center for Biotechnology Information) untuk mendapatkan accession number.
Atas keberhasilan salah satu staf pengajar Prodi Kesmas Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS meraih gelar S3 ini, Sofyan Anif selaku Rektor UMS menyampaikan apresiasi dan penghargaannya.
“Dari temuan ini tentu akan sangat bermanfaat bagi pengembangan ilmu terapan yang berbasis science technology. Kalau kami lihat temuan bakteri jenis baru ini juga akan bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan,” pungkas Rektor. (Naura/Red).











Komentar