METROPOS.ID, BOYOLALI – Salah satu pasien positif Virus Corona atau Covid-19 dikabarkan meninggal dunia. Pasien tersebut berinisial SD, asal Kec. Teras Boyolali.
“Tadi siang sekitar pukul 12.00 WIB, pasien identitas nomer 04 meninggal dunia di RSUD Pandan Arang Boyolali,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina, Sabtu (25/4/2020).
Proses pemakaman SD ini sudah dilakukan sesuai protokol kesehatan. Proses pemulasaran jenazah yang dilakukan melalui prosedur kesehatan yang berlapis. Selain itu setiap tahapan dilakukan disinfeksi kemudian serta dilakukan pula tata cara keagamaan yang dianut pasien.
Diterangkan Lina, jenazah setelah dikafani akan diberi lapisan plastik, dimasukkan ke kantong mayat yang anti bocor dan tahan terhadap air. Dibungkus plastik lagi dan dimasukkan peti jenazah. Kemudian masuk ke liang kubur peti jenazah tidak boleh dibuka dan sudah disiapkan APD lengkap untuk petugas yang memasukkan jenazah ke liang lahat.
“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan prosedur kesehatan yang ketat tersebut. Bisa diyakinkan tidak akan ada virus yang sempat keluar karena dalam jangka waktu 7 jam virus juga akan mati sendiri dalam tubuh jenazah tersebut,” terangnya.
Selain berita duka tersebut, Kasus positif COVID -19 di Boyolali juga bertambah 1 orang dengan inisial DS (27) warga Nogosari, Boyolali yang baru dinyatakan positif terkonfirmasi COVID -19.
“Untuk hari ini kita ada kabar konfirmasi positif lagi yaitu satu kasus yang ditemukan di RS UNS Solo dan sudah konfirmasi positif COVID -19 sejak tanggal 24 April 2020. Di Dinkes kita kasih register 006 dengan insial DS umur 27 tahun berasal dari Kec. Nogosari,” jelasnya.
Pasien tersebut diketahui terpapar Corona saat yang bersangkutan hendak melakukan operasi atas kehamilannya. Ketika hendak dilakukan penanganan DS mengalami batuk-batuk. Selanjutnya dari pihak RS dilakukan tes swab untuk memastikan terjangkit tidaknya COVID -19. Setelah dinyatakan positif saat ini DS dirawat di salah satu RS rujukan lini pertama COVID -19 di Solo. Sementara untuk tracing contact dan riwayat DS masih dilakukan mendalam oleh pihak terkait. (Mul/Red).











Komentar