METROPOS.ID, SUKOHARJO – Situasi pandemi COVID -19 membuat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meliburkan seluruh aktivitas akademik. Sejumlah agenda banyak yang dibatalkan maupun ditunda, dan ada juga yang tetap digelar namun via online, video conference.
Salah satunya adalah sidang terbuka pengukuhan guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yakni Prof Dr Anton Agus Setyawan SE MSi yang digelar di aula Moh Djazman kampus setempat, Rabu, (13/5/2020).
Acara yang biasanya menghadirkan ratusan undangan dan sejumlah tokoh nasional ini, dengan memperhatikan protokol kesehatan, untuk kali pertama masing – masing yang terlibat dihadirkan melalui layar LCD dengan titik sentral di kampus.
Anton, bapak 2 anak menjadi guru besar termuda di usia 45 tahun. Dalam sidang terbuka ini, ia menyampaikan pidato ilmiah berjudul ”Relationship Marketing, Kemitraan Strategis UMKM dan Kesenjangan Kesejahteraan di Indonesia”.
”Sebenarnya ada 2 guru besar yang akan dikukuhkan, namun salah satunya menunggu waktu yang tepat untuk pelaksanaan pengukuhan,” kata Rektor UMS, Prof Dr Sofyan Anif MSi kepada awak media.
Dalam sidang ini, Anton menyampaikan pidato dari tempat tinggalnya di Kampung Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo disertai istri dan anak – anaknya.
Ia menjadi guru besar Ilmu Manajemen UMS atas penelitiannya mengenai konsep relationship marketing dan penguatan power usaha mikro kecil menengah (UMKM). Penelitian dan kajian tersebut dianggap mampu berkontribusi pada negara dalam memulihkan perekonomian Indonesia pasca pandemi COVID -19.
”Dalam konteks pemulihan ekonomi pasca bencana COVID -19 sekarang ini, penataan ulang manajemen rantai pasok berbasis relationship marketing bisa menjadi pilihan strategi untuk menyelesaikan ekonomi Indonesia,” terangnya melalui layar LCD dari rumah.
Melalui penelitiannya, ia menawarkan solusi, pertama basis recovery ekonomi yang lebih cepat yaitu pemulihan UMKM dan penyediaan lapangan kerja baru. Kedua, menata struktur manajemen rantai pasok nasional sehingga tercipta kondisi tata kelola perdagangan yang lebih adil.
Dikarenakan acara berlangsung secara daring, maka pengalungan samir tanda pengukuhan guru besar, dilakukan Wakil Rektor 1 UMS Prof Mohammad Dai di kediaman Anton dengan disaksikan seluruh undangan melalui siaran langsung melalui video conference.
Pada kesempatan ini, Kepala LLDIKTI VI, Prof Dr DYP Sugiyarto maun dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir juga dihadirkan secara daring. Masing – masing menyampaikan sambutan dan ucapan selamat kepada Anton dan keluarga agar terus mengembangkan ilmunya untuk kemajuan bangsa. (Naura/Red).











Komentar