METROPOS.ID, SUKOHARJO – Setelah menyasar Pondok Pesantren (Ponpes), Polres Sukoharjo terus bergerak melakukan sosialisasi dan pencanangan tatanan hidup baru atau new normal ditengah pandemi COVID -19.
Kali ini giliran Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah (PAYM) yang berada di Grogol, Sukoharjo dipilih untuk dijadikan percontohan atau role model bagi panti asuhan lainnya sekaligus dilakukan bakti sosial dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-47.
“Di Sukoharjo ada 26 panti asuhan, kami sosialisasi dan pastikan semuanya sudah memiliki fasilitas protokol kesehatan dan melaksanakannya,” kata Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas saat di PAYM Grogol Sukoharjo, Sabtu (20/6/2020).
Kepada anak – anak penghuni panti asuhan, Kapolres berpesan tentang pentingnya menjalankan istilah prosedur 4 sehat 5 sempurna di masa new normal, yakni cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, jaga imunitas dan selalu jaga pola hidup sehat.
“Kami memilih PAYM sebagai pilot project panti siaga COVID -19 karena sejak awal pandemi, mereka sudah melaksanakan prosedur protokol kesehatan,” tutur Kapolres.
Sedikitnya ada 35 anak yatim yang tinggal di PAYM, dimana sejak pemerintah menyatakan COVID -19 sebagai pandemi global, tak ada satupun dari anak – anak ini yang pulang ke kampung halamannya.
Pimpinan PAYM, Ahmad Djazim Djuwairi menyampaikan, bahwa pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan sejak awal pandemi, anak-anak tidak diijinkan keluar dari lingkungan panti asuhan demi keamanan dan kesehatan.
“Biasanya setahun sekali pas hari raya Idulfitri kami ijinkan mereka pulang kampung. Tapi mengingat kondisi sekarang, semua kami minta tinggal didalam panti. Kalau ada yang nekat, maka resikonya tidak boleh kembali,” ujarnya.
Diketahui, PAYM yang dikelola Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) ini selain mengasuh anak yatim warga dhuafa sekitar Sukoharjo, juga ada beberapa dari luar kota bahkan luar pulau.
“Yang paling jauh ada dari Papua, dan Jambi. Kemudian yang sedikit agak jauh dari Brebes. Banyak kegiatan produktif yang dilakukan selama tidak pulang, seperti khataman Al-Qur’an, dan olahraga,” pungkasnya. (Naura/Red).











Komentar