METROPOS.ID, SUKOHARJO – Berdonor darah memiliki banyak manfaat terutama bagi kemanusiaan dan kesehatan. Meski saat ini ada pandemi COVID 19, masyarakat tidak perlu takut karena Palang Merah Indonesia (PMI) memiliki prosedur aman sesuai protokol kesehatan.
“Masyarakat diluar tidak perlu takut, jangan sampai menganggap darah itu terkontaminasi COVID -19. Donor darah di PMI itu aman,” imbau Ketua PMI Sukoharjo Soni Sumarsono saat ditemui, Jum’at (26/6/2020).
Berbagai strategi terus digencarkan untuk menyakinkan masyarakat bahwa donor darah di PMI itu tetap aman. Seluruh petugas telah dibekali ilmu dan peralatan yang memadai.
“Kami menggalakkan komunikasi individu secara intensif kepada peserta donor darah (aktif) sukarela. Selain itu juga berkirim surat kepada instansi untuk mengerahkan anggota berdonor darah,” katanya.
Diakui, sebelumnya pada awal pandemi COVID -19, PMI Sukoharjo sempat mengalami penurunan stok darah hingga 60%. Bahkan ada golongan darah tertentu, yakni golongan AB sulit diperoleh karena tidak ada masyarakat yang berdonor.
“Selain itu, kami juga terus mencari pendonor baru melalui sosialisasi diberbagai kesempatan,” ujar Soni.
Seiring dengan dimulainya sosialisasi tatanan kehidupan baru, atau new normal, saat ini stok darah PMI Sukoharjo di sebutkan Soni telah berangsur mulai stabil.
“Untuk kebutuhan stok darah di Sukoharjo rata – rata per bulan mencapai 1.500 kantong. Dan alhamdulillah sekarang sudah kembali mulai stabil,” imbuhnya.
Dijelaskan, tahapan prosedur donor darah saat ini, masyarakat yang ingin melakukan donor darah bisa langsung datang mengisi formulir ke markas PMI Sukoharjo dan dicek terlebih dulu kesehatannya sebelum diambil darahnya.
“Sesuai standar protokol kesehatan, petugas PMI sudah dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, mulai baju hazmat, sarung tangan, hingga masker,” pungkas Soni. (Naura/Red).







Komentar