oleh

Dandim 0724/Boyolali, Peduli SUKINEM Penderita Penyakit Langka

-Boyolali-91 views

METROPOS.ID, BOYOLALI  – Derita SUKINEM (45), Warga Dk. Klentengan, Rt 04/Rw 01, Ds. Gunungsari, Kec.  Wonosegoro, selama 11 tahun menderita penyakit langka dan membikin setiap orang tak tega melihatnya. Akibat dari penyakit yang dideritanya membuat SUKINEM sulit menutup mulut, karena terdapat benjolan yang menggantung di bawah mulut.

Menurut sang suami NURSAM (50), kejadian itu mulanya terjadi pada tahun 2009 lalu. Awalnya hanya terdapat bintik kecil dibawah bibir dan gatal, lama kelamaan membesar. Pihaknya sudah berupaya memeriksakan ke dokter, namun penyakit yang di derita istrinya tak kunjung sembuh.

“Saya berharap, isteri saya ada yang mengobati. Karena saya tidak memiliki biaya,” kata NURSAM, Minggu (19/7/2020).

Penderitaan yang dialami SUKINEM pun mendapat simpati dari Dandim 0724/Boyolali, Letkol Inf. ARIS PRASETYO, melalui Pasilognya, Kapten CBA SETYO AGUS WAHYUDI dan Danramil 17 Wonosegoro, Kapten Arh ISWADI YUSUF bersama relawan ACT (Aksi Cepat Tanggap) Boyolali mengunjungi SUKINEM untuk memberikan dorongan moral serta berupaya mencari solusi pengobatan.

Sementara itu, Danramil 17 Wonosegoro, Kapten Arh ISWADI YUSUF mengatakan, kedatangan rombongan untuk memberikan semangat dan motivasi agar SUKINEM dan NURSAM tabah dan kuat menjalani cobaan.

“Sudah menjadi kewajiban anggota TNI untuk peka dan peduli yang menimpa keluarga Ibu SUKINEM ini. Kami peduli untuk membantu, sekedar untuk meringankan kebutuhan keluarga dan bantuan paket sembako untuk beberapa waktu ke depan,” ujarnya.

Adapun bantuan yang disalurkan, menurut Danramil, berupa paket sembako tersebut salah satunya merupakan bantuan sosial dari Danrem 074 Warastratama Kolonel Inf, RANO TILAAR.

Menambahkan, relawan ACT, ARDIAWAN KURNIAWAN SANTOSO (35), mengatakan sudah berulang kali diupayakan kesembuhan bagi SUKINEM, termasuk dari pemerintah melalui BPJS, bantuan dari pemerintah desa maupun relawan. Selanjutnya di tahun 2018 atas bantuan donasi dari berbagai pihak yang dihimpun para relawan, SUKINEM sempat dirawat selama 14 hari di RS Moewardi Solo untuk melakukan operasi, namun pihak RS tidak berani mengambil tindakan operasi karena kondisinya yang drop saat itu.

“Kali ini, setelah dilakukan pendampingan rencana ke depan SUKINEM sudah mantap akan melaksanakan operasi sembari menunggu kesiapan mentalnya,” ungkapnya.

Pihaknya juga berniat menggalang dana, selain untuk kebutuhan pasca operasi. Dana tersebut juga untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari dan kebutuhan sekolah kelima anaknya.

“Dengan dukungan dari TNI, kami berupaya menghimpun dana untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari dan biaya pendidikan ke lima anak SUKINEM,  kalau untuk pengobatan bisa didukung dari BPJS,” pungkasnya. (Mul/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed