KENDAL – Pemerintahan Kec. Gemuh terus gencarkan penanganan COVID -19 dan tetap masih menggunakan protokol kesehatan di segala bidang. Seperti tempat wisata juga sudah dilakukan penyemprotan cairan desinfektan.
Camat Gemuh M.Fatoni mengatakan, Pemerintah Kec. Gemuh selalu meminta kepada desa agar mengikuti sesuai protokol kesehatan di segala bidang.
“Saya selalu memberikan sosialisasi ke desa agar melakukan penyemprotan desinfektan, pemberian masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan agar wilayah Kec. Gemuh terbebas dari virus COVID -19,” kata Camat Gemuh M. Fatoni, Rabu (5/8/2020).
Dikatakannya, tempat wisata di wilayah Kec. Gemuh juga sudah dilakukan penyemprotan desinfektan dan juga dilakukan penyemprotan per desa – desa.
“Kecamatan Gemuh saat ini ada 6 Desa, 15 orang yang dirapid dan hasilnya positif diantaranya Ds. Triharjo 1 pasien dinyatakan sembuh, Gemuhblanten 1 masih dirawat, Jenarsari ada 10 orang, 9 orang dirawat 1 sembuh, Gebang 1 sembuh, Pucangrejo 1 meninggal. sehingga semua desa diharapkan waspada dan selalu melakukan sesuai protokol kesehatan,” ungkapnya.
Pihak Kecamatan juga terus melakukan penyemprotan di tempat – tempat yang sering dijadikan tempat berkumpul warga seperti, poskamling, tempat ibadah, pasar.
“Setelah lebaran iduladha ini kan banyak orang mantu atau menggelar resepsi saya meminta agar tidak ada kerumunan orang maksimal 15 orang,” harapnya.
Kades Pucangrejo Agus Rianto mengatakan, Saat ini desa menuju new normal dengan menerapkan protokoler kepada warga dengan melakukan penyemprotan desinfektan, menggunakan masker dan jaga jarak.
Dikatakannya, dengan adanya warga yang positif desa lebih waspada lagi dan lebih memperhatikan kesehatan, warga positif tersebut mempunyai riwayat penyakit kronis dan sempat dirawat di RS Karyadi dan pasien dinyatakan positif COVID -19.
“Ada 1 warga dinyatakan positif COVID -19 dan meninggal dunia, keluarga kita karantina mandiri dengan hasil tes dari Dinas Kesehatan dinyatakan non reaktif,” ungkap Agus Riyanto.
Agus Riyanto juga menghimbau kepada warga agar tetap melaksanakan protokoler kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, juga cuci tangan dan memakai hand sanitiser.
“Kita terus menghimbau agar masyarakat dapat menjaga kesehatan masing – masing. Bagi warga yang hendak mengadakan hajatan perkawinan atau kegiatan 17-an kita sudah atur dalam peraturan Kades,” tuturnya. (Eko/Red).










Komentar