METROPOS.ID, SUKOHARJO- Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) program kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode I TA 2020/2021 yang dilaksanakan secara daring.
Adaptasi tatanan kehidupan baru, oleh Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Univet Bantara, kegiatan monev KKN kali ini dilakukan secara virtual melalui jaringan aplikasi zoom pro.
Rektor Univet Bantara, Ali Mursyid WM selaku penanggung jawab, dengan menggenakan face shield mengawali kegiatan Monev dari Gedung LPPM kampus setempat bersama Tim A Monev selama sekira 1,5 jam, pada Rabu (19/8/2020) kemarin.
“Memang ada keterbatasan karena tidak bisa mengecek langsung wujud dari hasil kegiatan KKN. Tetapi Monev kali ini bisa jadi efektif menggerakkan mahasiswa untuk tidak bermalas – malasan karena ada tanggung jawab membuat laporan,” kata Rektor.
Berbeda dengan KKN yang digelar secara konvensional dalam kondisi sebelum ada pandemi COVID -19. Tahun ini ada perangkat lain yang dijadikan tolok ukur untuk mengetahui progres mahasiswa peserta KKN, yakni ada kewajiban membuat laporan dua kali dalam seminggu.
“Laporannya kan per sistem, disitu mahasiswa harus melampirkan foto kegiatan, kemudian kalau ada progres diminta supaya diupload yang akan digunakan sebagai tolok ukur penilaian oleh DPL (Dosen Pembimbing Lapangan),” tuturnya.
Dengan laporan rutin itu, menurut Rektor nantinya akan terlihat sejauhmana tingkat keberhasilan program KKN ini dijalankan para mahasiswa di daerah masing – masing di tengah masih berlangsungnya wabah COVID -19.
“Ini merupakan salah satu upaya kami untuk tidak terlalu membebani mahasiswa. Kalau yang (KKN) konvensional (sebelum pandemi) laporan kan dibuat diakhir pelaksanaan program dengan cara dikerjakan berkelompok bahkan sampai lembur,” ujar Rektor.
Dari pantauan dalam Monev KKN ditengah COVID -19 ini, Rektor menilai secara keseluruhan berjalan dengan baik dan lancar. Bahkan ada peserta KKN yang secara offline bisa terlibat menggerakkan sektor ekonomi bersama Karang Taruna di desanya.
“Mahasiswa peserta KKN membuat strategi pemasaran barang dalam lingkup tingkat desa dimasa pandemi COVID -19. Itu merupakan hal baru yang sekarang sudah banyak dilakukan orang. Menggerakkan sektor ekonomi tingkat lokal,” imbuhnya.
Diketahui, program KKN periode di tengah COVID -19 yang dilaksanakan secara daring ini digelar selama 45 hari, mulai 6 Agustus 2020 lalu dan akan ditutup pada 14 September 2020 mendatang. Total jumlah peserta KKN sebanyak 645 mahasiswa. (Naura)







Komentar