oleh

Komunitas SJHC, Salurkan Hobi Menembak Sambil Bantu Petani Buru Hama

METROPOS.ID, KARANGANYAR – Tidak selamanya hobi itu hanya mendatangkan kesenangan pribadi saja, tapi ada juga hobi yang bisa mendatangkan manfaat bagi kepentingan masyarakat. Seperti yang dilakukan komunitas tembak senapan angin SJHC (Sapu Jagat Hunting Club) di Karanganyar. Mereka menyalurkan hobinya untuk membantu petani di Jumapolo, Karanganyar memerangi hama tupai dengan cara berburu massal.

Bersama – sama mereka bergerak menyisir lahan tanaman milik petani. Begitu melihat ada target  yang muncul, langsung menembaknya. Kegiatan ini juga tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan jaga jarak.

Ketua SJHC Wahyu Sukasno atau biasa disapa Delpu menjelaskan, komunitas ini memiliki  hobi menembak namun tidak bertujuan untuk merusak alam lingkungan dan ekosistem yang ada.

“Karena perburuan di hutan dilarang, maka kami menyalurkan hobi dalam kegiatan – kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Wahyu usai berburu hama tupai, Minggu (23/8/2020).

Ia menjelaskan, yang menjadi target buruan adalah hama yang menganggu petani dan juga masyarakat. Seperti kera liar, tikus, babi (celeng) juga tupai batangan, dimana selama ini jadi musuh petani.

“Kami konsisten untuk menyalurkan hobi menembak, sekaligus juga dapat membantu petani, misalnya membasmi tikus yang merusak tanaman padi. Lokasinya berpindah – pindah sesuai permintaan. Bukan hanya membasmi tikus saja,” sebutnya.

Ditegaskan, komunitas SJHC berdiri fokus untuk membantu memberantas hama. Bukan menembak hewan yang dilindungi apalagi merusak ekosistem dan alam. Hal semacam itu dipastikan akan selalu dihindari.

Berdiri sejak tahun 2017 lalu, SJHC memiliki 27 anggota di Solo Raya. Mereka siap 24 jam untuk menerima panggilan dari warga masyarakat yang membutuhkan sniper untuk pembasmi hama. Bantuan diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.

“Tinggal kontak di sekretariat kami di nomor 085291466444 free, gratis tidak dipungut biaya. Habungi nomer tersebut kami dulur – dulur SJHC siap meluncur,” tandasnya.

Tak hanya membantu membasmi hama petani, SJHC juga rutin mengadakan baksos bagi masyarakat setiap 3 bulan sekali, seperti berbagi sembako bagi warga kurang mampu, melakukan bersih – bersih dan pengecatan di rumah ibadah, bedah rumah ringan bagi duafa dan masih banyak lagi aksi sosial lainnya.

“Kami ingin mengenalkan komunitas ini bukan hanya sekedar menembak hama saja. Namun ada sisi sosial juga yang diharapkan bisa menebarkan ‘virus kebaikan’  dan bisa dilakukan juga oleh komunitas lain,” tutur Wahyu.

Seperti saat pandemi COVID -19 sekarang ini, SJHC ditambahkan Wahyu juga rutin melakukan aksi sosial dengan melakukan penyemprotan desinfektan di kampung – kampung. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed