METROPOS.ID, KAB. PEKALONGAN – Akses jalan yang menghubungkan Kec. Kesesi dengan Kec. Kandangserang mengalami kerusakan yang menjadi keluhan masyarakat. Kerusakan jalan ini terjadi di lintasan Ds. Kwasen, Windurojo sampai ke obyek wisata Watuireng, Kec. Kandangserang.
Menjawab keluhan masyarakat tersebut, Pemkab. Pekalongan melalui Bupati KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si, mengatakan bahwa Pemkab akan segera merealisasikan perbaikan akses jalan tersebut. Adapun untuk anggaran sendiri, dikatakan Bupati, perbaikan jalan ini akan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 3,5 milyar. Untuk itu Ia berharap pada tahun 2020 ini pembangunan dapat diselesaikan.
‘’Insyaallah pada bulan ini sudah ada kegiatan, yang pertama adalah Kwasen – Brondong, kemudian Brondong ke Watuireng ini akan kita selesaikan dengan total anggaran hampir Rp. 3,5 milyar,’’ kata Bupati saat melakukan tinjauan akses jalan rusak di Ds. Windurejo, Kec. Kesesi, pada Senin pagi (21/9/2020).
Bupati menjelaskan, ditengah kondisi pandemi COVID -19 ini, celah fiskal sangatlah sempit untuk melakukan pembangunan, karena anggaran pada tahun 2020 ini telah direlokasi dan direfokusing untuk penanggulangan dampak pandemi COVID -19. Tetapi untuk pembangunan akses jalan Ds. Kwasen sampai ke wilayah obyek wisata Watuireng akan tetap diupayakan, karena menurutnya ini akan menjadi modal dasar untuk pengembangan wisata Watuireng.
Dengan akses jalan yang baik, lanjut Bupati, itu akan menambah daya tarik pengunjung untuk berwisata ke Watuireng melalui lintasan jalan Kec. Kesesi. Ia juga sangat optimis setelah akses jalan penghubung ini jadi, obyek wisata Watuireng akan mengalami perkembangan yang pesat, karena akses jalanya ada 2 jalur, yaitu jalur Kajen sampai ke Kandangserang dan jalur dari Kesesi ke Kandangserang.
‘’Tetapi yang paling penting kita akan mendorong penuh perkembangan wisata Watuireng dari 2 track, yang pertama dari track Kandangserang yaitu jalur reguler, kemudian akan kita tambah lagi jalur yang dari Kesesi yang nanti masuk ke Kwasen, Brondong, Windurojo kemudian sampai ke objek wisata Watuireng,’’ terangnya.
Selain itu untuk memajukan wisata Watuireng, Bupati Asip mengungkapkan bahwa pihaknya akan bersinergi bersama Pemerintah Kec. Kandangserang, Bumdes dan Pokdarwis untuk melakukan pengelolaan dan perbaikan sumber daya manusia supaya obyek wisata Watuireng bisa tetap bertahan di tengah pandemi yang masih berlangsung.
‘’Watuireng merupakan batu alam yang luasnya 2,5 hektar, ini akan kita kembangkan dan sekarang juga sudah ditata oleh Bumdes melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan bekerjasama dengan pemerintah,’’ pungkasnya. (Mit/Red)











Komentar