oleh

AMC Gelar Outbound Tadabur Alam Tanamkan Falsafah Pancasila 

METROPOS.ID, KARANGANYAR – Sebuah program bertujuan menanamkan semangat nasionalisme dikalangan generasi muda calon tokoh bangsa dengan metode outbound dengan nama Tadamur Alam digelar untuk pertama kali oleh Amir Mahmud Center (AMC) di bumi perkemahan Sekipan, Tawangmangu, selama 2 hari, Sabtu – Minggu (26-27/9/2020).

Sebanyak 30 anak muda, terdiri mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dan perwakilan pemuda se – Solo Raya membaur bersama mengikuti sejumlah agenda dengan 3 narasumber, yakni dari akademisi perguruan tinggi, direktur AMC dan pemateri tamu dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) sebagai bentuk apresiasi kegiatan.

“Jadi program AMC ini diantaranya adalah outbound yang kami beri judul Tadabur Alam. Acaranya mentadaburi, atau merenungkan bahwa alam ini bagian dari kekuatan kita, disitulah kami leluasa melakukan kegiatan yang mana kegiatan itu menyatukan misi AMC,” kata Direktur AMC Amir Mahmud disela kegiatan.

Maksud kegiatan disebutkan, adalah untuk mencetak kader – kader bangsa yang religius berdasarkan keyakinan agama Islam para peserta yang mempunyai tingkat kesadaran kebangsaan untuk saling menyatu.

“Untuk sementara ini, yang kami hadirkan adalah para anak muda yang beragama Islam. Ada Muhammadiyah, NU, dan ormas – ormas dari berbagai latar belakang yang ada di Solo Raya. Nantinya, untuk agama lain juga sudah kami rencanakan,” jelasnya.

Diharapkan dari kegiatan ini, kata Amir, akan lahir sosok – sosok atau kader – kader bangsa yang religius berdasarkan falsafah Pancasila, yakni tidak mempertentangkan perbedaan namun lebih mementingkan kebersamaan meskipun berbeda latar belakang.

“Disini mereka bersatu. Misalnya, saat melakukan sembahyang sholat, yang jadi imamnya kami serahkan kepada mereka. Bisa dipilih dari yang NU atau Muhammadiyah. Itu mereka sendiri yang memutuskan,” ungkap Amir.

Dalam kegiatan ini para peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Mereka berkemah di hutan pinus menggunakan tenda dengan tiap tenda diisi 3 peserta. Masing – masing kelompok, antara laki – laki dan perempuan dipisahkan jaraknya.

“Dengan metode ini, kami menyampaikan materi tentang wawasan kebangsaan dalam sebuah  kebersamaan untuk memiliki jiwa nasionalisme dan Pancasila melalui diskusi lalu dilanjutkan dengan aksi nyata mengimplementasikan nilai-nilai kebersamaan, cinta tanah air dan toleransi,” imbuhnya.

Salah satu peserta, Isnaini Sofiana, mahasiswa semester 3 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiah Surakarta (UMS) mengaku senang bisa bergabung dalam acara Tadabur Alam yang digelar AMC.

“Kegiatan ini sangat menyenangkan, dan saya banyak mendapat wawasan tentang radikalisme dan nasionalisme. Saya sepakat siapapun rezim yang memimpin negeri ini, Pancasila sudah final. Saya jadi tahu bahwa agama dan Pancasila itu tidak boleh dicampur adukkan, tapi saling menguatkan,” tegasnya. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed