METROPOS.ID, KAB. PEKALONGAN – Pemerintah berkomitmen untuk mendorong sektor UMKM dan ekonomi pedesaan. Dengan kondisi pandemi COVID -19, daya beli masyarakat khususnya di daerah menurun drastis. Aktivitas ekonomi tak menggeliat seperti biasanya. Komitmen tersebut dibuktikan dengan program bansos (bantuan sosial) pangan (sembako) yang diberikan kepada keluarga miskin dan rentan, guna meningkatkan daya beli masyarakat dan membantu usaha kecil yang menyediakan sembako bagi keluarga rentan dan miskin tersebut (e-warong).
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, Selasa (29/9/2020) berkesempatan mengunjungi salah satu e-warong Sumber Berkah di Kec. Wiradesa.
Menko PMK memuji pesatnya perkembangan e-warong Sumber Berkah. Berdiri sejak 2018, keberadaan warung ini kini mampu melayani 1.135 KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Mencakup 4 desa yakni Ds. Kampil, Ds. Marulor, Ds. Warung Kidul, dan Ds. Bondan Sari.
“Luar biasa patut diacungi jempol. Terbukti dari hasil keuntungan melayani penerima bansos, mereka bisa menyisihkan untuk membangun e-warong dengan lebih baik. Tempatnya nyaman untuk warga,” ujar Menko PMK di sela-sela kunjungannya.
Menko PMK juga mengapresiasi bagaimana e-warong Sumber Berkah membangun sinergitas dengan warga setempat. Yakni dalam mencukupi kebutuhan komoditas pokok warga seperti telur, daging, hingga beras.
“Mereka ini melibatkan petani dan peternak lokal untuk suplai. Jadi hasil panennya terserap dan ekonominya berputar,” jelas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.
Sebagai informasi, e-warong merupakan tempat membeli/memperoleh bahan pangan yang bernutrisi bagi masyarakat yang mendapat bansos program sembako. Para penerima bantuan diberikan bantuan Rp 200 ribu/bulan berbentuk semacam saldo, yang kemudian dibelanjakan di e-warong. Saat ini e-warong sudah tersebar di seantero Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Menteri Muhadjir berharap keberadaan e-warong juga bisa menjadi sarana mensosialisasikan pentingnya gizi anak. Dia berpesan agar para pengelola e-warong memberikan arahan kepada KPM ihwal pentingnya asupan gizi bagi anak.
“Siapkan bahan-bahan pokok yang memang menjadi prioritas untuk penerima Program sembako dan PKH (Program Keluarga Harapan). Terutama yang masih memiliki anak balita. Beri mereka saran asupan gizi. Dan yang patut dicatat, tidak boleh e-warong memberikan mentahan (uangnya saja). Apalagi sampai buat membeli rokok suaminya,” gurau Menteri Muhadjir.
Pantau Kualitas Beras
Selepas berkunjung ke E-warong Sumber Berkah, Menteri Muhadjir melakukan kunjungan ke Gudang Bulog Bondansari. Kedatangan Menko PMK dalam rangka memantau secara langsung kualitas beras dan kuantitasnya untuk KPM di gudang Bulog setempat. Nantinya selama 3 bulan ke depan, ada sekitar 10 juta PKH yang bakal menerima bantuan beras.
“Per bulan mereka (PKH) diberi bantuan 15 kg beras. Maka dari itu, kami intensif memantau langsung ke sejumlah daerah bagaimana kualitas dan kuantitas beras yang nanti didistribusikan kepada masyarakat, dan instruksi Pak Presiden, stok dan kualitas beras harus benar-benar dipastikan betul dan tidak boleh kurang,” lanjutnya.
Dipaparkan Menko PMK, beras yang nantinya didistribusikan berjenis berkualitas medium. Beras juga berasal dari para petani lokal yang bertujuan untuk meningkatkan daya beli para petani.
“Jadi semisal seperti di Kab. Pekalongan, kalau nanti semua di Bulog tersalurkan, panen raya para petani bisa langsung terserap,” ungkapnya.
Terkait pendistribusian, Menko PMK mewanti-wanti agar penyaluran beras harus langsung diserahkan kepada KPM PKH. Tidak boleh dikumpulkan di satu titik, sehingga kemudian para KPM berbondong-bondong berkumpul untuk mengambil jatah mereka.
“Pihak transporter harus memastikan. Beras disampaikan langsung ke KPM PKH, jangan ditumpuk di satu titik,” pintanya. (Mit/Red)











Komentar