oleh

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Kunjungi PT Terryham Proplas

-Kendal-223 views

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro saat melakukan peresmian

METROPOS.ID, KENDAL – Unplasticized Poly Vynil Chloride (UPVC) teknolgi PT Terryham Proplas Indonesia mampu menjawab percepatan untuk pengadaan rumah. Mengingat permasalahan kebutuhan dasar papan di Indonesia belum tercapai. Pasalnya penyediaan rumah per tahunnya kerap meleset. Dengan demikian produsen Kends UPVC ini mampu menjawab permasalah tersebut.

“Saya melihat apa yang dilakukan Terryham Proplas ini masuk kategori inovasi yang melahirkan teknologi tepat guna. Inovasi ini langsung menjawab beberapa permasalahan yang ada di Indonesia. Seperti perumahan, kita harus akui dari kebutuhan dasar, yakni sandang pangan dan papan. Maka target papan ini yang belum tercapai,” kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro saat melakukan kunjungan industri di PT Terryham Proplas Indonesia yang ada di Jl Arteri Kaliwungu, Kendal, Kamis (26/11/2020) siang.

Selain meninjau langsung proses produksi UPVC, Menristek juga meresmikan Taman Riset dan Inovasi Kends UPVC.

Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, bahwa daerah-daerah di Indonesia rawan bencana, baik gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, tanah longsor dan sebagainya. Sifat bencana tak dapat diprediksikan sehingga harus ada kemampuan untuk melakukan tanggap darurat bencana. Salah satunya relokasi warga yang terdampak bencana. Selain itu juga belum adanya fasilitas yang memadai untuk relokasi kecuali wujud tenda dan fasilitas publik yang tidak tahan rusak. Keberadaan UPVC untuk bahan baku rumah menjadi saah satu solusinya, karena selain murah pengerjaannya terbilang tidak memakan waktu banyak.

“Harapan ke depan dalam tempo kurang dari satu minggu setelah bencana warga terdampak langsung bisa menempati tempat tinggal yang dibuat darurat dengan UPVC. Sehingga lebih manusiawi dan memberikan semangat warga yang terdampak untuk meningkatkan pemulihan,” ungkapnya.

Dengan melihat langsung, Bambang Brodjonegoro menyebut bahwa teknologi ini langsung menjawab persoalan yang selama ini ada. Lebih lagi teknologi ini juga sudah dikembangkan untuk nelayan, pembuatan kapal sehingga kata tepat guna itu sangat tepat jika diberikan untuk teknologi UPVC.

“Teknologi ini ramah lingkungan sehingga membantu Indonesia untuk memenuhi target mitigasi perubahan iklim,” tukasnya.

Bambang Brodjonegoro meminta, PT Terryham Proplas Indonesia untuk tidak hanya fokus pada bisnis utamanya, yang lebih penting adalah bisa melibatkan perguruan tinggi untuk meningkatkan produk Kends UPVC itu sendiri. Selain itu berupaya untuk melakukan diseminasi teknologi yang dikuasai, melalui perguruan tinggi kepada masyarakat dalam artian yang luas. Melalui teknologi UPVC ini juga dapat semakin dikenal dan kembangkan oleh berbagai pihak di Indonesia. PT Terryham Proplas dapat menjadi penggagas atau inisiatornya dan terus melakukan Research and Development (RnD) untuk penguatan UPVC.

“Pemahaman mengenai UPVC maupun teknologinya dapat dikuasai oleh banyak pihak di Indonesia dan melahirkan banyak pengusaha-pengusaha baru, baik dibidang kontruksi maupun dibidang rumahan,” tandasnya.

Sementara Direktur PT Terryham Proplas Indonesia Syamsunar mengatakan, pihaknya terus melakukan pengembangan inovasi UPVC sehingga secara kegunaan tidah hanya untuk bahan pembuatan kusen dan jendela. Hasil pengembangan UPVC dapat juga untuk bahan pembuatan rumah, tempat usaha (warung) dan perahu nelayan.

“Rencana sesuai dengan gebrakan Menristek arahnya penguatan di inovasi. Dari rumah berbahan UPVC ini tahan gempa, pengerjaannya cepat hanya dua setengah hari, peralatan lebih mudah dan tahan cuaca, serta harganya terjangkau,” katanya. (Eko/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed