Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat meninjau ke sejumlah lokasi terdampak banjir
Dalam tinjauannya tersebut Bupati meminta warga untuk bersabar menunggu satu dua hari, ketika rob sudah lebih rendah daripada air hujan maka akan dibuka sambil menunggu penyelesaian pompa/kleb rumah pompa yang sedang dibangun.
Dikatakan Bupati, Pemerintah sudah punya peta jalan untuk menyelesaikan persoalan banjir yang ada di wilayah Utara Kab. Pekalongan. Karena wilayah Utara dianggap yang paling krusial. Skema penanganannya step by step, kemudian program ini juga terintegrasi program dari pusat berkaitan dengan tanggul, penataan sungai baik Mrican, Meduri dan penyempurnaan pembuatan rumah pompa.
“Dengan cara seperti itu Insyaalloh dua tiga tahun ke depan banjir yang selama ini menjadi fenomena tahunan bisa kita kendalikan,“ tandasnya.
Khusus yang di Kec. Wonokerto dan sebagian Wiradesa, menurut Bupati Asip, ini tergantung dari efektifitas pengelolaan manajemen yang ada di sungai Mrican.
“Hari ini masih kita tutup, nanti kalau memungkinkan kita buka dengan harapan setelah sungai Mrican ini kita buka, sambil menunggu pintu permanennya jadi maka air yang dari daratan bisa mengalir ke laut,” ucapnya.
Terkait pengungsi, ada beberapa pengungsi di sejumlah titik, antara lain di Dupantex, rumah Kades Tegaldowo, juga di masjid AnNur Karangjompo. Semua pengungsi sudah tertangani dengan baik dan dalam kondisi sehat.
“Kita sudah menetapkan status tanggap darurat untuk 14 hari ke depan sehingga semua operasionalisasi yang berkaitan dengan pengungsi, dari dinas terkait sudah menangani seperti Dinsos, BPBD, juga terima kasih atas bantuan dari masyarakat dan relawan. Secara umum kondisi pengungsi sehat dan mereka dalam pengungsian tetap harus menggunakan Prokes,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kab. Pekalongan Budi Rahardjo mengungkapkan ada 3 kecamatan yang mengalami banjir terparah yaitu Kec. Tirto, Wonokerto dan Siwayan. Dan titik pengungsi yang paling banyak berada di Kec. Tirto. Pihaknya mencatat data sementara jumlah pengungsi sebanyak 415 orang tersebar di 8 titik pengungsian.
Budi Rahardjo juga menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan jaga diri karena curah hujan tinggi, selanjutnya apabila terjadi sesuatu bencana diharap lapor ke posko Induk Bencana di BPBD Kab. Pekalongan. (Mit/Red).












Komentar