Air banjir di Kota Pekalongan yang berwana warni akibat pewarna batik
METROPOS.ID, KOTA PEKALONGAN – Warga sepanjang Jalan Pelita 3 Jenggot Pekalongan mendadak gempar dengan adanya banjir air berwarna merah. Hal ini menjadikan peristiwa tersebut viral di berbagai medsos (media sosial).
Menurut warga sekitar, Eny Rosidah lokasi banjir berwarna merah itu berada di sepanjang Jalan Pelita 3 Jenggot, Pekalongan.
Eny mengatakan kondisi daerahnya itu memang sering banjir saat hujan turun, begitu juga banjir berwarna sudah biasa terjadi mulai dari warna merah, hijau dan kuning karena di daerah tersebut banyak produksi batik. Namun Ia mengaku, banjir air berwarna merah pagi tadi memang lebih pekat dari biasanya.
Eny mengungkapkan sejak jam 7 pagi tadi banjir merah sudah terjadi hingga masuk ke kampung-kampung namun saat ini sudah ada Tim dari DLH yang membawa alat penyedot sehingga warna merah mulai berkurang.
Diakui Eny, banjir dengan air berwarna itu membuatnya gatal-gatal sehingga Ia berharap ke depan para produksi batik bisa lebih baik lagi dalam mengelola limbahnya. Sehingga tidak menyebar ke pemukiman warga sekitar.
Dari hasil konfirmasi dengan Lurah Jenggot, Taibin menyebutkan bahwa warna merah di Jl Pelita 3 itu bukan berasal dari limbah batik namun diduga disebabkan adanya perilaku iseng warga yang sengaja mencecerkan obat batik sisa atau yang sudah terpakai.
Sebab Ia menilai, sejak Jumat kemarin tidak ada aktifitas membatik karena memang libur sehingga Ia memastikan warna merah itu bukan merupakan limbah batik.
Taibin mengaku hingga saat ini pihaknya juga sedang mencari informasi pelaku yang sengaja mencecerkan pewarna batik. (Mit/Red).









Komentar