Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan arahan
Kapolri dalam arahannya mengatakan, seluruh kapasitas kemampuan peserta Rakernis Lemdiklat Polri agar diturunkan ke junior agar menjadi polisi yang baik. Sigit juga mengingatkan agar terus meningkatkan koordinasi dengan instansi lain.
Kapolri juga meminta kapasitas kualitas pendidikan ditingkatkan dari sisi wawasan dan pengetahuan. Komunikasi publik, kata Sigit juga penting diajarkan sebagai kemampuan ketrampilan di lapangan.
Lebih lanjut Mantan Kabareskrim ini mengatakan, agar dalam proses pendidikan yang dilalukan tetap mematuhi Prokes. Mengingat saat ini, pandemi Covid -19 belum juga usai. Diharapkan semua siswa taruna dan pengasuh sudah divaksin tahap dua.
Selain itu Mantan Kapolda Banten ini juga meresmikan Monumen Mochammad Jasin di Akademi Kepolisian (AKPOL) Semarang. Menurutnya, sosok Mochammad Jasin menjadi contoh untuk menanamkan nilai-nilai semangat dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara sehari-hari.
Mochammad Jasin merupakan Kepala Polisi senior saat bersama-sama berjuang untuk Indonesia merdeka. Tercatat pada tanggal 21 Agustus 1945 atau beberapa hari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Adapun Inspektur Polisi Mochammad Jasin yang saat itu menjabat Komandan Polisi di Surabaya, berani mengubah nama Tokubetsu Keisatsu Tai (Polisi Jepang) menjadi Polisi Istimewa, lalu memproklamirkan Pasukan Polisi Istimewa menjadi Polisi Republik Indonesia, serta tunduk pada Pemerintah Indonesia yang baru merdeka beberapa hari.
Kemudian langkah awal yang dilakukan Polisi Istimewa adalah mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap Tentara Jepang yang kalah perang.
Saat itu Mochammad Jasin juga berani merebut senjata dan membagi senjata tersebut kepada TKR pada peristiwa 10 November 1945. Namun, Mochammad Yasin saat itu tak ingin prestasi nya di ekspos sebab tidak ingin diketahui oleh pemerintahan.







Komentar