Kades Tegalombo Basari saat menunjukan kebun durian
Namun sang Kades tetap semangat untuk mewujudkan rencana ini. Warga yang membudidayakan durian jenis Montong dan Petruk tak lain adalah kedua Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) yang sudah menekuni budidaya durian ini.
“Kebanyakan pembelinya sudah memesan dengan cara online, dan harganya pun cukup menggiurkan yakni Rp 90 ribu perkilonya padahal satu buah durian bisa mencapai 5 sampai 6 kilo, dan itu pun harus pesan dahulu,” paparnya.
Dalam setahun bisa panen 2 kali dengan rekayasa pembudidayaan. Kedepan rencananya Kades akan memberikan bantuan bibit durian Musang King yang akan di datangkan dari daerah Purwokerto.
“Kami sudah ada rencana untuk membeli bibit durian jenis Musang King dari Purwokerto yang harganya Rp 300 – Rp 400 ribu per batangnya dan akan kami bagikan untuk warga yang mempunyai lahan dan mau membudidayakan durian ini, tak hanya itu kami juga akan memberikan bantuan pupuk namun dengan perjanjian nantinya hasil panen di jual kepada Bumdes,” terangnya.
Untuk saat ini Bumdes baru menekuni bidang usaha penjualan sembako.
“Desa kami hanya menerima sekitar Rp 780 jutaan dengan jumlah warga sekitar 550 kepala keluarga, makanya pada tahun 2020 kemarin hampir semua dana desa di gunakan untuk penanganan Covid – 19,” pungkasnya. (Mit/Red)












Komentar