Tim Satgas Covid-19 saat meninjau di salah satu sekolahan
Totok Budi Mulyanto, selaku tim satgas Covid-19, saat melakukan monitoring di SMK N 1 Sragi, menyampaikan bahwa intinya monitoring kali ini dilaksanakan untuk melihat apakah pendidikan tatap muka di Kab. Pekalongan sudah benar-benar mentaati prokes atau belum.
Namun, lanjut Totok, jika prokes belum dilaksanakan dengan baik, menjadi kewajiban pihaknya untuk mengingatkan agar prokes betul-betul ditaati, karena menurutnya prokes merupakan harga mati.
Totok menambahkan, bahwa rekomendasi pendidikan tatap muka itu diserahkan kepada satgas Covid-19 kab/kota bukan dari Gubernur, sehingga yang mengizinkan dan merekomendasikan adalah satgas Covid-19 Kab/kota.
Adapun untuk hasil dari monitoring sendiri, dijelaskan Totok bahwa secara umum pelaksanaanya sudah baik, hanya saja ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan lagi.
‘’Hasilnyaa tadi di SMA 1 Kajen, SMP 1 Kajen, MTS 2 Kesesi dan ini SMK N 1 Sragi secara umum sudah baik, hanya saja seperti yang sudah saya sampaikan tadi masih ada beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan lagi dan lalu diawasi,’’ pintanya.
Selain itu, Totok juga berpesan kepada masing-masing kepala sekolah yang telah Ia monitor untuk dapat melakukan evaluasi secara berkala, supaya perkembangan yang sekecil apapun yang berpotensi memicu penularan itu bisa segera diatasi.
‘’Termasuk juga saya berpesan kepada kepala sekolah untuk memberikan izin kepada anak didik, guru dan karyawan di sekolah apabila ada gejala flu, batuk dan suhu badan melebihi 37,3 untuk tidak masuk ke lingkungan sekolah,’’ pesannya.
Totok juga menambahkan, untuk uji coba pembelajaran tatap muka di tahap kedua di Kab. Pekalongan ada penambahan 8 sekolah, diantaranya adalah SMK Negeri Kedungwuni, SMA 1 Kajen, SMP 1 Kajen, SMP N 1 Bojong, SMP N Petungkriyono, SMP Negeri Lebakbarang, SMP Negeri Talun dan SMK N 1 Sragi.
‘’Di tahap kedua ini ada penambahan 8 sekolah lagi yang melaksanakan pembelajaran tatap muka,’’ pungkasnya. (Mit/red).











Komentar