Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto saat memberikan keterangan pers. (Foto Bid Hms Polda Jateng)
Yang pertama yaitu dengan menyiapkan 6 mobil watercanon brimob yang diawaki oleh TNI/Polri melakukan penyemprotan disinfektan selama 3 kali sehari secara masif di beberapa titik di Kota Kudus untuk mencegah adanya virus Covid-19 yang menempel di tempat atau benda-benda di ruang publik.
Yang kedua, TNI-Polri telah melakukan upaya preemtif dengan mengerahkan seluruh mobil penerangan pendam, penerangan milik Binmas Polda Jateng dan 27 kendaraan penerangan keliling untuk melakukan penerangan, himbauan, ajakan terhadap prokes Covid-19, serta penyebaran pamflet di seluruh kecamatan di wilayah Kudus.
Yang ketiga, Kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro juga telah mengirimkan Kesdam maupun Dokkes Polri
Yang Keempat, selain di kirimkan untuk membantu mempercepat penanganan swab test dan upaya tracing dan tracking Covid-19, Kesdam dan Dokkes juga dikirimkan untuk membantu pemulasaraan jenazah sehingga TNI-Polri akan selalu siap manakala ada jenazah yang akan disemayamkan.
Upaya Preemtif lain yaitu, Polda Jateng dan Kodam IV/Diponegoro telah meyiapkan personil 5 SSK yang tersebar di masing-masing desa zona merah. Sehingga pergerakan masyarakat yang akan menuju atau keluar dari zona tersebut bisa diawasi ketat. Petugas juga akan melakukan operasi yustisi secara maksimal di pagi, siang maupun sore hari secara terus-menerus di tempat berbeda, Mengetatkan pelaksanaakan PPKM Mikro sebagai deteksi dini untuk mendata masyarakat di tingkat RT dengan melakukan 3T dan 5M.
Sebelumnya Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro telah melakukan evakuasi 1.280 masyarakat Kudus untuk di isolasi terpusat di asrama haji Donohudan Boyolali yang siap menampung 800 orang, Diklat Srondol untuk 300 orang, rumah dinas Walikota Semarang untuk 200 orang, dan Islamic Center untuk 150 orang.
Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro juga telah memperkuat wilayah eks-karisidenan Kudus untuk menyiapkan cara bertindak atau rencana kontijensi yang sama, juga telah dilakukan kesiapan daerah agar Covid di daerah Kudus tidak akan terjadi di wilayah eks-karisidenan lainnya.
Pangdam IV/Diponegoro mengimbau pada pemerintah daerah eks-karisidenan Kudus untuk menutup seluruh kegiatan-kegiatan yang memobilisasi orang seperti tempat-tempat wisata.
Seluruh Tenaga Kesehatan, Aparat TNI-Polri, Pemda dan Pemerintah Pusat telah melakukan upaya terbaik dan bekerja secara maksimal namun hal tersebut tidak akan bisa berjalan dan sukses tanpa ada peran serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat itu sendiri.












Komentar