Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melantik Bupati dan Wabup Pekalongan terpilih periode 2021 – 2026, Fadia Arafiq, SE, M.M dan H. Riswadi, SH, (foto Kermit)
Metropos.is, Kajen – Akhirnya pasangan Bupati dan Wabup Pekalongan terpilih periode 2021 – 2026, Fadia Arafiq, SE, M.M dan H. Riswadi, SH, resmi dilantik oleh Gubernur Jateng, H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP, di Gedung Gradika Bhakti Praja Semarang, Minggu (27/ 6/2021).
Dengan prokes yang ketat, dan disiarkan secara langsung di kanal medsos milik Pemprov. Jateng, Youtube dan facebook serta Radio Kota Santri. Acara ini juga disaksikan secara virtual oleh DPRD Kab. Pekalongan, Muspida, serta para kepala OPD dilingkungan Pemkab. Pekalongan.
Pada kesempatan itu juga dilakukan pelantikan Ketua TP PKK Kab. Pekalongan, yaitu Ibu Widi Roati Riswadi dan Ketua Dekranada Kab. Pekalongan, Bapak Mukhtaruddin Ashraff Abu oleh Ketua TP PKK Prov. Jateng sekaligus Ketua Dekranasda Prov. Jateng, Ibu Hj. Atiqoh Ganjar Pranowo.
Dalam sambutannya Ganjar mengungkapkan kesan dan pesannya, Gubernur menangkap kesan yang sangat baik dalam pelantikan Bupati dan Wabup Pekalongan kali ini yang dihelat tepat di hari Minggu yang seharusnya menjadi hari libur kerja.
Ganjar juga mengingatkan kepada Fadia dan Riswadi untuk membawa amanah dengan baik, dan jangan ragu untuk selalu berkonsultasi serta berkoordinasi dengan Forkopimda, Gubernur bahkan Bapak Presiden kalau ada kesulitan untuk dipecahkan bersama-sama.
Masih kata Gubernur, bahwa Pakta Integritas yang ditandangani merupakan hal yang harus dipegang teguh. Pertama ganjar mengingatkan agar Bupati dan Wabup Pekalongan yang baru dilantik untuk senantiasa pro aktif dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, tidak menerima gratifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung, bersikap transparan dan akuntabel.
“Kaloo dibilang capek, pasti capek namun dengan niat yang baik pasti bisa, karena kita harus siap –siap dadi Babune rakyat, dudu dadi ndorone rakyat,” tegas Ganjar.
Lebih lanjut Gubernur menyampaikan, agar Bupati dan Wabup dapat menghindari conflict of interest, mematuhi peraturan Perundang-undangan yang berlaku, menyampaikan informasi jika ada pelanggaran untuk kemudian dievaluasi, serta siap menghadapi konsekuensi jika melanggar.
Terakhir, Ganjar mengatakan pentingnya peran TP. PKK dan Dekranasda, dimana dalam situasi Pandemi PKK bisa menjadi agen untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya 5 M, sedangkan Dekranasda dapat berperan mendampingi UMKM sebagai sektor yang paling besar terkena pukulan agar mereka mampu bangkit lagi secara ekonomi.
Sementara itu usai acara, Bupati Pekalongan dan Wabup Pekalongan mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kab. Pekalongan atas kepercayaanya memilih mereka berdua untuk memimpin Kota santri 5 tahun kedepan.
“Doakan agar kami dapat bekerja dengan baik, InsyaAllah kami akan membuat masyarakat Kab. Pekalongan bangga, dan lebih maju, sejahtera dan adil merata,’’ ucapnya.
Pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat bisa bersama-sama membangun Kab. Pekalongan menjadi jauh lebih baik lagi. (Mit/Red)











Komentar