oleh

Permadani Cabang Mijen Nobar Final Piala AFF Suzuki 2020

-Semarang-124 views

Saat Nobar (foto Wibowo)

Metropos.id, Semarang – Tak seperti biasanya siswa pawiyatan pranatacara dan pamedharsabda Bregada 3 Permadani (Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia) Kota Semarang Cabang Kec. Mijen yang setiap Senin dan Rabu malam di isi dengan belajar budaya dan bahasa Jawa, karena bertepatan dengan digelarnya laga final piala AFF Suzuki Cup 2020, Indonesia vs Thailand, Permadani Cabang Kec. Mijen turut memberikan dukungan kepada tim kebanggaan Indonesia dengan menggelar nobar (nonton bareng) di Balai Kinanti Kelurahan Wonolopo, Kec. Mijen, Kota Semarang, Rabu (29/12/2021) malam.

Sekcam (Sekretaris Kecamatan) Mijen Suharno, yang juga siswa pawiyatan memberikan apresiasi kepada Permadani, yang tidak hanya mencintai budayanya namun juga menunjukkan jiwa nasionalismenya dalam memberikan dukungan kepada tim kebanggaan rakyat Indonesia nobar laga final piala AFF melawan Thailand.

“Nilai yang dimiliki teman – teman Permadani juga menunjukkan nilai nasionalisme dan kebersamaan bahwa ikatan emosional satu bangsa, satu bahasa dalam wujud NKRI harga mati dibuktikan oleh teman – teman siswa Permadani Bregada 3 dan angkatan sebelumnya yang juga ikut bergabung nobar dan secara moral harapannya tim Indonesia bisa juara di laga final AFF ini,” harap Harno.

Sementara itu Edi Purnomo, Plt Permadani yang telah dikukuhkan beberapa hari lalu menggantikan ketua sebelumnya Iptu Subardo, SH, berharap dalam meneruskan cita – cita bersama, Kec. Mijen bisa menjadi ikon budaya Kota Semarang seperti Museum Ranggawarsita atau Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) yang menjadi tempatnya budaya.

Dikatakan Edi, selain fokus mencetak calon – calon pranatacara, Permadani juga mengembangkan budaya-budaya lain yang bisa dikembangkan di Kec. Mijen, misalnya karawitan, beksan (tari klasik). Dan pihaknya sudah menyiapkan sumberdaya yang bisa mengampu dalam pengembangannya. Terkait dengan acara nobar laga final Piala AFF di Balai Kinanthi Kelurahan Wonolopo, Mijen, Edi mengatakan, dengan adanya keinginan untuk menggelar nobar merupakan hal yang positif sebagai bentuk dukungan doa kepada tim kesayangan Indonesia dalam laga final tersebut, selain itu juga menumbuhkan rasa kecintaan kebangsaan dan nasionalisme yang tinggi.

“Disaat tim kita berlaga secara fisik dilapangan sana tentu saja kita yang sini ikut memberikan dukungan secara moril dan doa yang merupakan hal positif selain menumbuhkan rasa kecintaan kebangsaan kita juga rasa nasionalisme yang perlu ditumbuhkan selain mengembangan adat budaya Jawa, sehingga sangat kita dukung, meski pada akhirnya tim kebanggaan kita kalah, tetap kita berikan penghormatan yang tinggi kepada anak-anak kita yang berlaga di lapangan,” pungkas Edi Purnomo, usai acara nobar. (@wg/wib/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed