oleh

Kumuh Penuh Ilalang, Disparbud Surakarta Gelar Kerja Bakti Bersihkan Pulau Segaran Sriwedari

Disparbud Kota Surakarta bersama kelompok masyarakat dari Foksri dan Weng melakukan kerja bakti di pulau segaran Sriwedari, Surakarta (Foto Naura)

Metropos.id, SOLO – Disparbud (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) Kota Surakarta

menginisiasi membersihkan pulau segaran Taman Sriwedari yang selama ini kumuh penuh tanaman liar.

Kegiatan yang didukung banyak kelompok masyarakat ini bertujuan menjaga kebersihan Sriwedari agar tidak menjadi sumber penyakit mengingat saat ini musim penghujan.

“Ya tujuannya untuk menjaga kebersihan biar terlihat indah saja. Apalagi ini kan musim hujan, biar tidak jadi sarang nyamuk,” kata Kepala Disparbud Kota Surakarta, Aryo Widyandoko, saat dihubungi pada, Jum’at, (11/2/2022).

Nantinya, setelah kawasan yang terkenal dengan bangunan gazebo ditengah pulau kecil itu selesai dibersihkan, Aryo sudah menggagas untuk dapat digunakan sebagai tempat rekreasi warga.

“Ya nanti setelah bersih, bisa dipakai untuk kegiatan masyarakat disitu. Mungkin untuk teman-teman seniman, bisa memakai untuk pentas keroncong. Atau untuk lainnya, misalnya rapat juga bisa,” terangnya.

Dengan dukungan berbagai kelompok masyarakat yang peduli dengan keberadaan Sriwedari diantaranya Forum Komunitas Sriwedari (Foksri), Aryo memastikan, kegiatan bersih -bersih akan rutin dilakukan.

“Selama ini kegiatan rekreasi yang sudah berjalan kan pemancingan. Jadi nanti kalau sudah terlihat lebih indah, harapannya akan banyak warga yang dapat memanfaatkan segaran Sriwedari ini,” imbuhnya.

Sementara, Pembina Foksri, BRM Kusumo Putro menyampaikan apresiasinya atas kegiatan bersih -bersih kawasan segaran Sriwedari yang diinisiasi oleh Kepala Disparbud Kota Surakarta tersebut.

“Bersih-bersih ini merupakan kegiatan yang sangat baik, dan baru sekali ini dilakukan oleh pejabat Disparbud. Yang sebelum-sebelumnya belum pernah melakukan,” papar Kusumo.

Disebutkan, segaran Sriwedari yang semula di tengah pulaunya gunakan sebagai rumah makan itu, sejak 2017 silam sudah kosong tak terawat hingga menjadi hutan semak-semak liar.

“Setelah rumah makan boga bugi tidak ada disitu, terus joglo Sriwedari juga sudah dibongkar, akhirnya menjadi tempat seperti hutan belantara. Ini tentunya tidak baik bagi wajah Kota Surakarta sebagai kota budaya,” sebut Kusumo.

Dengan adanya kegiatan bersih-bersih tersebut, setidaknya akan memberi banyak manfaat pada masyarakat. Selain sebagai tempat rekreasi memancing ikan, usaha warung makan didalamnya juga turut mendapat rezeki.

“Kami atas nama Foksri, sangat mendukung kegiatan bersih-bersih ini. Bahkan tadi kami juga mengajak kelompok masyarakat lain, salah satunnya komunitas ‘Weng’ ikut kerja bakti disini,” pungkasnya. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed