Usai tebus minyak goreng warga celupkan jarinya ke tinta (Foto Kermit)
Uniknya, warga yang sudah menebus minyak goreng diwajibkan mencelupkan jarinya ke tinta pemilu yang disediakan petugas. Aturan ini diterapkan, untuk menghindari warga yang nakal dengan menebus minyak goreng berkali-kali untuk keuntungan pribadi.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pekalongan, Budiyanto menyampaikan operasi pasar ini di gelar untuk menekan tingginya harga minyak di pasar dan rencananya akan menggelar kegiatan serupa secara berkala, dengan menggandeng para distributor dan Bulog.
Ironisnya, ditengah aksi operasi pasar yang digelar, sejumlah pedagang sembako di pasar tersebut masih mematok harga minyak goreng dengan harga lama, yakni Rp 19 ribu rupiah perliternya.
Surono salah satu pedagang sembako menjelaskan, hal ini dilakukan karena mereka tidak mendapat jatah minyak goreng subsidi dari distributor. (Mit/Red)











Komentar