Saat panen perdana (Foto Sakera Pasundan)
Kegiatan tersebut berlangsung di Pangkalan Gugus Depan SD Negeri 1 Neglasari, Kec. Pamarican, Kab. Ciamis, Jawa Barat, pada Rabu (30/3/2022).
Panen perdana tersebut mendapat apresiasi

Ketua Kwarcab Pramuka Ciamis, H., Nanang Permana, SH., menjelaskan bahwa menanam padi pada media tanam polibeg pihaknya menggunakan benih bernama MSP (Mari Sejahterakan Petani) jenis Inbrid. Sehingga hasil panen ini bisa digunakan kembali untuk benih.
“Masa tanam padi ini sekitar 97 hari sudah bisa di panen. Kami mengintruksikan kepada para Pengurus Kwarran, dan para Pembina Pramuka di setiap Pangkalan Gugus Depan, menanam padi ini menggunakan pupuk organik, tidak menggunakan pupuk buatan pabrik,” jelasnya.
Nanang, mengungkapkan bahwa GNP ini diluncurkan Kwarcab Pramuka Ciamis, untuk mendidik, dan melatih anak-anak, khususnya anggota Pramuka di wilayah Kab. Ciamis, supaya tahu bagaimana cara bertani, dilahan kering.
“GNP ini juga sebagai bentuk upaya menyelamatkan generasi,” ungkapnya.
Menambahkan bahwa kegiatan panen kali ini, merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Tingkatan Pramuka Penggalang, yang melaksanakan program GNP di Pangkalan Gugus Depan Sekolah Dasar, yang ada di wilayah Kab. Ciamis. (Sakera/Red).



Komentar