oleh

Rayakan Kelulusan Siswa, MI Takhasus Darul Ulum Ngaliyan Gelar Khotmil Quran dan Mini Show

Khotmil Quran dan Mini Show MI Takhasus Darul Ulum Ngaliyan, Semarang. (Foto Wb)

Metropos id, Semarang – Madrasah Unggulan MI Takhasus Darul Ulum, Ngaliyan, Semarang mewisuda 17 siswa yang telah lulus di tahun pelajaran 2022/2023 di Kampus 1 Auditorium 1 UIN Walisongo Jl. Prof. Dr. Hamka, Tambakaji, Ngaliyan, Semarang, Minggu (28/5/2023).


Adapun secara keseluruhan siswa Madrasah dibawah naungan Yayasan Darul Ulum Semarang ini sebanyak 291 siswa yang terbagi antara lain, RA sebanyak 87 siswa, MI R 68 siswa, MI T 17 siswa, MTs 66 siswa dan MA 53 siswa.


Sebelumnya pada Sabtu (27/5/2023) Madrasah Unggulan MI Takhasus Darul Ulum Ngaliyan merayakan kelulusan ke-17 siswanya dengan menggelar Khotmil Quran dan Mini Show di kampus Jalan Bukit Gondoriyo, Kec. Ngaliyan, Semarang.


Khotmil Quran menampilkan 10 siswa siswi penghafal Al Quran dengan materi uji hafalan Quran Juz 29 dan 30 serta Tajwid dengan penguji dari Korcam Qiroati (Kec. Tugu, Ngaliyan, Mijen) ustadz Nurul Huda, S.Ag.
Dari beberapa pertanyaan yang diberikan langsung oleh penguji, ustadz Nurul Huda dan juga wali murid, kesepuluh peserta dinyatakan lulus dan berhak mendapat syahadah (sertifikat/ijazah).


Selain Khotmil Quran, perayaan kelulusan siswa juga dimeriahkan Mini Shaw dengan menampilkan pentas seni tari, puisi, pidato 2 bahasa, story telling (legenda Jaka Tarub dan Nawang Wulan), Pencak Silat, Pramuka, paduan suara serta hiburan menarik lainnya.


Hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Islam Darul Ulum Prof Irfan Subahar, MA., Ketua Yayasan Pendidikan Islam Darul Ulum KH Tohari, S.Ag., Pengawas MI Kec. Ngaliyan, Hj. Mahfukhatun, S.Ag. M.Pdi., Lurah Gondoriyo, Kepala RA Darul Ulum Srikanah, Kepala MA Darul Ulum diwakili Ulfa, Kepala MI Darul Ulum Nur Mustofa serta wali murid siswa siswi Madrasah Unggulan MI Takhasus Darul Ulum.

Kepala Sekolah MI Takhasus Darul Ulum Ngaliyan, Nurul Qomariyah saat menyerahkan syahadah (ijazah) kepada siswa (Foto Wb)


Kepala MI Takhasus Darul Ulum Ngaliyan, Nurul Qomariyah, S.Pd., M.Si dalam sambutannya mengatakan, awal dari berdirinya MI Takhasus Darul Ulum yang sebelumnya bergabung dengan MI  Darul Ulum pada pertengahan 2022 telah mendapat ijin operasional sehingga dapat mandiri dengan nama MI Takhasus Darul Ulum.


“Siswa siswi kami di tahun ini berjumlah 129 siswa, terdiri dari 69 laki-laki dan 60 perempuan. Meluluskan 17 siswa,” kata Nurul dalam sambutannya.


Dikatakan Nurul, pendidikan di Madrasah Unggulan MI Takhasus Darul Ulum menjamin lulusan siswanya dengan hafal Tahlil berikut doanya. dengan Tahfidz Quran (hafal Al Quran), minimal hafal juz 30 serta dapat membaca Arapegon yang termaktub dalam Kitab Safinatunnajah dan lainnya.


“Besok pagi (Ahad, 28/5) ke-17 anak-anak ini akan diwisuda,” tuturnya.


Menginjak tahun ajaran baru 2023/2024 MI Takhasus Darul Ulum menerima siswa baru sebanyak 50 siswa yang terbagi dalam dua kelas.


Penerimaan siswa jauh melebihi tahun sebelumnya karena saat ini gedung di lantai dua telah siap dioperasikan sambil menunggu kelengkapan sarana pendingin ruangan dan meja kursi. 


“Nyuwun doa restunya, lantai dua sudah siap digunakan, tinggal sarananya, pendingin ruangan, meja dan kursi,” ujar Nurul meminta doa wali murid.


Lembaga pendidikan Takhasus Darul Ulum dalam membekali siswanya mengutamakan pembentukan ahlak sejak dini, sehingga diharapkan menjadi anak yang berahlakhul karimah.


Ahlak merupakan hal penting dalam mendidik siswa. Karena sepandai dan sepintar apapun seorang anak namun jika tak berahlak, menurutnya akan sia-sia dan tak berguna kelak dikemudian hari.


“Ustadz dan ustadzah disini sudah berkomitmen ahlak adalah nomor satu,” ujarnya.


Namun demikian dikatakan Nurul, dalam membimbing anak didik di sekolah dibutuhkan pula peran orang tua dalam turut serta mengawasi perkembangan anak. Dikatakannya pendidikan seorang anak tanpa pantauan dan pengawasan orang tua maka tidak akan ada artinya.


“Maka saya mohon, meskipun anak-anak sudah mendapatkan bekal disini, dirumah tetap harus dinasehati dan diingatkan,” harap Nurul.”Motto kami, tiada hari tanpa prestasi, terdepan dalam adab dan ilmu,” tandasnya.


Prestasi tidak hanya dalam bidang akademik maupun dalam ajang lomba. Namun mencetak seorang anak untuk patuh kepada kedua orang tua, rajin menjalankan sholat tanpa harus disuruh, rajin mengaji serta kasih sayang terhadap kakak dan adik, itulah prestasi MI Takhasus Darul Ulum.


Meski baru menapak usia beberapa bulan, MI Takhasus Darul Ulum telah menorehkan prestasi yang dapat dibilang luar biasa.
Belum lama dalam ajang lomba Pencak Silat Lawang Sewu Championship, MI Takhasus Darul Ulum mempersembahkan 2 medali emas dan 2 perunggu.
Sebelumnya dalam ajang lomba yang sama tingkat provinsi dan nasional juga mendapatkan juara.


“Mohon dukungan kepada paguyuban, bahwa apa yang menjadi hal-hal yang positif atau prestasi, viralkan dan sebarkanlah. Tetapi apa yang menjadi kekurangan MI Takhasus Darul Ulum sampaikanlah kepada kami. InShaa Allah semampu kami akan terus memperbaiki dan membenahi, baik itu pelayanan maupun kualitas yang ada di MI Takhasus Darul Ulum,” pungkas Nurul Qomariyah.


Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Islam Darul Ulum Prof Irfan Subahar, MA memberikan ucapan selamat kepada para siswa yang telah lulus dan menyelesaikan Khotmil Quran.


Dijelaskan Irfan, selama dua tahun dilanda Covid 19 merupakan tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan dengan segala keterbatasan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar.
Namun demikian patut disyukuri Yayasan Darul Ulum masih tetap dapat melaksanakan kegiatan Khotmil Quran sesuai dengan program kurikulum pendidikan Darul Ulum.


“Ini menunjukkan bahwa, adik-adik kalau ditangani sedemikian rupa di MI Takhasus Darul Ulum ini banyak kemampuan-kemampuan yang bisa diraih oleh mereka,” tutur Irfan.


Selain itu disampaikan Irfan, dengan ditangani tenaga pendidik yang cukup berkompeten sesuai bidangnya, MI Takhasus Darul Ulum dapat menjadi madrasah unggulan yang patut dibanggakan.


Tak kalah penting menurutnya, kepercayaan dari wali murid yang sepenuhnya memberikan kepercayaan kepada MI Takhasus Darul Ulum menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan di Takhasus Darul Ulum.


“Banyak dari dosen-dosen kampus memercayakan putranya untuk masuk di Darul Ulum ini. Karena selain menangani hal terkait Khotmil Quran, juga menangani bahasa, yakni bahasa arab dan bahasa inggris yang menjadi bagian penting dari MI Takhasus Darul Ulum,” ucap Prof Irfan.


“Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada kita, prestasi kepada kita, sehingga tahap demi tahap MI Takhasus Darul Ulum dan lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum dari waktu ke waktu mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menjadi pendidikan yang berguna bagi masyarakat, nusa, bangsa dan agama,” tutup Prof Irfan Subahar. (Wb/Red). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed