oleh

Wisata Budaya Permadani Laras Mijen Kunjungi Keraton Solo

Foto bareng Karawitan Permadani Laras bersama sanggar Dalem Kawijayan, Triyagan, Mojolaban, Sukoharjo. (ft.wib).

METROPOS.ID II Surakarta – Karawitan Permadani Laras Mijen, Semarang melaksanakan Wisata Budaya mengunjungi Keraton Surakarta Hadiningrat, Sabtu (23/9/2023).

Wisata budaya dengan mengenang kembali peninggalan sejarah Keraton Surakarta yang hingga saat ini masih berdiri kokoh dan terawat dengan baik, antara lain dengan mengunjungi Sasana Pagelaran (Sasana Sumewa), Sitinggil dan Kori Kamandhungan.

Usai mengunjungi beberapa peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tak lupa anggota Karawitan Permadani Laras singgah di pasar yang khusus menjual barang-barang keperluan panatacara atau MC bahasa Jawa.

Puas berbelanja aksesoris busana Jawa dan oleh-oleh khas Surakarta, Karawitan Permadani Laras mengunjungi salah satu tokoh budaya Kota Surakarta, Dian Nuryadin, Dalem Kawijayan, Triyagan, Mojolaban, Sukoharjo.

Tokoh muda yang tak padam dengan hempasan teknologi dan budaya asing ini, sangat peduli dengan budayanya sendiri, yaitu budaya Jawa. Dirinya tetap eksis dalam upaya mempertahankan budaya adiluhung agar tak punah begitu saja.

Dian panggilan akrabnya, membuka sanggar Karawitan diperuntukkan untuk umum yang berminat berlatih menabuh gamelan maupun berlatih nyinden.

Ditempat rumah Joglonya yang luas, Dian sangat terbuka dengan siapapun yang ingin berlatih dan menggunakan alat gamelannya. Termasuk saat menerima rombongan Karawitan Permadani Laras Mijen, Semarang, Dian sangat terkesan dan kagum dengan kehadiran anggota Karawitan Permadani Laras yang berkunjung di sanggarnya dan berkesempatan menjajal gemelan miliknya dengan berkolaborasi bersama sanggar Dalem Kawijayan.

“Permadani Laras Mijen, luar biasa, sae saestu (bagus sekali). Semangat dan kekompakannya dalam menjalin silaturahmi dan bersemangat dalam mengembangkan seni dan budaya bukan hanya sebagai protokol atau pranatacara saja, namun juga bersemangat mengembangkan seni budaya di bidang karawitan. Luar biasa,” ucap Dian di sanggarnya Dalem Kawijayan, Sabtu (23/9/2023).

Dalam pesannya usai rombongan Karawitan Permadani Laras Mijen menjajal gamelan di sanggarnya, Dian berharap Permadani tak berhenti dalam upayanya nguri-uri budaya dan melestarikan budaya hingga sampai akhir hayat.

Menurutnya, antara protokol atau pranatacara merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

“Ini wujud dari para anggota Permadani Mijen, Semarang untuk ngudi babagan karawitan, luar biasa. Saya sangat kagum,” ujarnya.

Sebagai pegiat seni budaya, Dian berharap Permadani Mijen semakin kompak, semakin solid, semakin bersemangat dan tidak kendor dalam menekuni seni budaya.

Mengakhiri wisata budaya di Kota Batik, Solo, Permadani Laras Mijen mengunjungi Gedung Sriwedari Solo, nonton wayang orang Sriwedari dengan lakon Larasati Edan. (wib/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed