Habib Ja’far Shodiq Al Munawar saat tausiyah dalam Jatingaleh Bersholawat. (Ft Wib).
METROPOS.ID II Semarang – Memeringati Maulud Nabi Muhammad SAW tahun 1445 Hijriyah atau 2023 Masehi, jamaah Masjid Al Istiqomah Kelurahan Jatingaleh, Kec. Candisari menggelar pengajian Jatingaleh Bersholawat dan Majelis Maulid Dhiyaaul Mustofa menghadirkan penceramah kondang Kota Semarang, Habib Ja’far Shodiq Al Munawar, Kamis (5/10/2023) malam.
Pengajian dihadiri Kapolsek Candisari Iptu Handri Kristanto, SH MH, Sekcam Candisari Ir. Suharyono, M.Si dan Lurah Jatingaleh Harkat PS, SH M.Hum.
Lurah Jatingaleh, Harkat mengatakan pengajian yang dilaksanakan warga di wilayah Kelurahan Jatingaleh rutin dilaksanakan setiap memeringati hari-hari besar Islam, termasuk peringatan Maulid Nabi yang dikemas dengan tema Jatingaleh Bersholawat.
Pengajian-pengajian rutin yang diadakan di wilayahnya secara otomatis akan semakin menguatkan ukhuwah Islamiyah warga dan mempererat tali silaturahim diantara warga.
“Dengan pengajian Jatingaleh Bersholawat ini tentu saja menunjukkan keguyuban warga dan semakin tinggi rasa syukurnya atas segala karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT,” ucap Harkat usai mengikuti pengajian.
Selain itu dikatakan Harkat, selain sebagai sarana beribadah kepada Allah, pengajian merupakan sarana mewujudkan kerukunan sesama warga dan sekaligus dapat membantu menyampaikan program-program yang ada di Pemkot Semarang.
“Jadi ini juga merupakan salah satu sarana bagi kita (lurah) untuk dapat memberikan pengetahuan kepada warga agar mengetahui program-program yang ada di Pemkot Semarang,” ungkapnya.
Disinggung terkait persiapan menjelang perhelatan pesta demokrasi Pemilu 2024, Harkat sangat bersyukur di wilayahnya Kelurahan Jatingaleh nampak berjalan kondusif tidak ada riak-riak perpecahan menjelang Pemilu 2024.
Hal ini tak lepas dari kerjasama yang baik antar warga dan juga tokoh-tokoh masyarakat di RT maupun RW di Kelurahan Jatingaleh sehingga dapat terjalin komunikasi yang sangat baik di wilayahnya.
“InShaa Allah jelang Pemilu 2024 Kelurahan Jatingaleh aman dan kondusif,” imbuh Harkat.
“Tetap menjalin kerukunan dan kekompakan, jangan termakan oleh isu-isu yang tidak benar. Kita jaga agar isu-isu yang bertujuan memecahbelah kerukunan warga dapat kita hindari bersama. Pilihan boleh beda, tapi persatuan dan kesatuan harus tetap kita jaga. Jangan terpecahbelah,” pesan Harkat.
Sementara itu ditempat sama, Kapolsek Candisari Iptu Handri Kristanto, saat dimintai tanggapan terkait maraknya kasus perundungan atau bulying yang dilakukan oleh anak-anak atau remaja usia sekolah yang akhir-akhir marak terjadi, Handri berpesan agar orang tua dan juga seluruh elemen masyarakat turut memerhatikan dan memantau pergaulan serta perkembangan anak baik disekolah maupun dirumah agar dapat terpantau apa yang dilakukan anak.
“Kita antisipasi kejadian bulying ini dengan menciptakan konunikasi yang baik antara orang tua dengan anak saat berada di rumah serta komunikasi yang baik antara guru dengan anak didiknya ketika di sekolah,” imbau Kapolsek Handri.
Tak lupa Handri berharap untuk selalu menanamkan nilai-nilai agama, moral serta etika yang baik kepada anak, memberi dukungan kepada anak, memberi contoh yang baik dan mengajarkan anak untuk melawan bullying.
Handripun mengingatkan kepada warga untuk tak lupa mendownload aplikasi LIBAS (Polisi Hebat Semarang) yang memuat berbagai macam fitur yang dapat membantu masyarakat melaporkan setiap kejadian dengan cepat. Karena aplikasi Libas terhubung dan terkoneksi langsung dengan command center Mapolrestabes Semarang.
Terkait Pemilu 2024, Kapolsek mengimbau kepada seluruh warga untuk senantiasa saling menjaga dan menghindari gesekan yang berpotensi menimbulkan kerawanan dan pelanggaran pemilu.
“Tetap menjaga keamanan dan kondusifitas menjelang pemilu,” singkatnya. (wib/red).
Foto : Habib Ja’far Shodiq Al Munawar saat tausiyah dalam Jatingaleh Bersholawat. (ft.wib).












Komentar