oleh

PPK Candisari Distribusikan 1075 Logistik Kotak Suara ke 7 PPS Kelurahan

Distribusi logistik kotak suara PPK Candisari ke PPS kelurahan.(ft.wib).

METROPOS.ID || SEMARANG – Pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS (Tempat Pemungutan Suara) pada Pemilu 2024 tinggal satu hari lagi pada Rabu, (14/2/2024). Pergeseran logistik dari Balai Kec. Candisari mulai didistribusikan menuju PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang ada di 7 kelurahan dengan dikawal Bhabinkamtibmas, Panwaslucam dan Panwaslukel (Pengawas Kelurahan) di masing-masing kelurahan.

Ketua PPK (Panitia Pemungutan Kecamatan) Candisari, Kota Semarang Veronica Pramadini Pudji Utami saat dimintai keterangan awak media termasuk metropos.id di Balai Kec. Candisari, menjelaskan distribusi kotak suara di Kec. Candisari berjumlah 1075 dan didistribusikan ke 7 PPS kelurahan yang ada di Kec. Candisari.

“Kelurahan Jomblang yang paling besar ada 275 kotak suara, Tegalsari 190, Candi 155, Jatingaleh dan Karanganyar Gunung masing-masing 150, Wonotingal 110 dan Kaliwiru 45,” jelas Vero, Selasa (13/2/2024).

Adapun pengiriman kotak suara dari PPK menuju PPS kelurahan akan langsung didistribusikan ke TPS dengan rincian Kelurahan Jomblang 55 TPS, Tegalsari 38 TPS, Candi 31 TPS, Jatingaleh 30 TPS, Karanganyar Gunung 30 TPS, Wonotingal 22 TPS dan Kaliwiru 9 TPS.

Diharapkan pada H -1 pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara, logistik kotak suara sudah berada di TPS dan dipastikan dalam kondisi aman.

“Hari ini diupayakan selesai distribusi logistik ke PPS kelurahan,” harapnya.

Pengiriman logistik ke PPS kelurahan didahului dengan menggelar apel dan doa bersama yang diikuti seluruh anggota PPK, PPS, Panwaslucam, Panwaslukel serta unsur kepolisian Polsek Candisari yang bertugas dalam pengamanan logistik kotak suara.

Terkait kerawanan TPS, disampaikan Vero, tidak ada yang signifikan. Kendati demikian pihaknya bersama PPS mengantisipasi wilayah TPS yang rawan banjir dengan menghindari posisi TPS di tanah lapang yang rawan tergenang air. Namun demikian ada satu wilayah TPS di Kelurahan Jatingaleh yang rawan genangan air dan sudah diantisipasi dengan membuat tanggul agar air tidak sampai menggenangi lokasi TPS.

Adapun dalam menjaga kesehatan petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) tetap terjaga saat menjalankan tugas pemungutan dan penghitungan suara, dirinya telah bekerjasama dengan puskesmas untuk mengecek kesehatan kelompok penyelenggara pemungutan suara sebelum melaksanakan tugas.

“Kemarin puskesmas Candi dan Kagok sudah ngecek kesehatan semua KPPS, meliputi tes kesehatan tensi, gula darah, menu makanan dan diberikan vitamin juga,” ujar Vero.

Sedangkan untuk pemilih atau pasien yang berada di rumah sakit dikatakan Vero tetap menggunakan DPTb (Daftar Pemilih Tambahan) dengan mengajukan pindah memilih terlebih dahulu.

“Nanti kami masuk kesana dan tetap menggunakan pindah memilih. Di Rumah Sakit Elizabeth ada 17 orang. Mereka tetap menggunakan pindah memilih. Khusus untuk pasien yang 17 itu nanti kita datangi,” ungkapnya.

Vero berharap dalam pelaksanaan distribusi logistik kotak suara dapat berjalan dengan baik dan lancar diterima di TPS oleh masing-masing KPPS dengan kondisi baik. Dan seluruh anggota KPPS diberikan kesehatan sehingga dapat melaksanakan tugas pemungutan dan penghitungan suara dengan baik, lancar, sukses dan tidak sampai larut malam.

Dikonfirmasi terpisah, humas Rumah Sakit St. Elizabeth Semarang, Probowatie Tjondronegoro menerangkan terkait jumlah pemilih yang pindah memilih terdaftar di Rumah Sakit Elisabeth berjumlah 150an orang yang terdiri dari perawat, dokter, dan tenaga outsourcing, cleaning service yang nantinya akan disebar ke beberapa TPS terdekat untuk melaksanakan pencoblosan.

Sedangkan untuk jumlah pasien HD (Hemodialisa) yang sudah terjadwal penanganannya pada hari H berjumlah 9 orang.

“Untuk dokter jaga ada 8 orang yang nantinya bergantian nyoblos di TPS 31. Untuk perawat, outsourching dan cleaning service akan disebar di beberapa TPS terdekat, agar memudahkan menggunakan hak pilihnya,” terang Probo.

“Semoga pemilu dapat berjalan dengan tenang, damai tidak ada gejolak yang berarti,” harap Probowatie Tjondronegoro di kantornya. (wib/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed