oleh

Dua Warga Penawangan Diamankan Sat Resnarkoba Polres Grobogan

Kapolres Grobogan saat menunjukkan barang bukti (Ft ist)

METROPOS.ID II Grobogan – Dua orang laki-laki berinisial GAPS (23) dan FDA (19) warga Kec. Penawangan, Kab. Grobogan, diamankan Sat Resnarkoba Polres Grobogan karena kedapatan membawa narkoba yang diduga obat keras jenis Yarindo, DMP Nova dan Trihexyphenidyl di sebuah rumah yang berada di Desa/Kec. Penawangan, Kab. Grobogan, Jateng.

Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan menyampaikan, pengungkapan tersebut berawal saat petugas Sat Resnarkoba Polres Grobogan mendapatkan informasi bahwa di wilayah Kec. Penawangan, Kab. Grobogan sering terjadi adanya peredaran sediaan farmasi jenis obat keras yang tidak memiliki ijin edar.

“Kemudian Sat Resnarkoba Polres Grobogan menindaklanjuti informasi dari masyarakat tersebut dan melakukan penyelidikan,’’ ujar Kapolres Senin (19/2/2024).

Pada saat melakukan penyelidikan, petugas Kepolisian Sat Resnarkoba Polres Grobogan mencurigai seorang laki-laki yang diduga sebagai pengedar sediaan farmasi jenis obat keras yang berada di depan sebuah rumah.

‘’Petugas kemudian melakukan penangkapan dan penggeledahan,’’ kata Anung.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan sebuah paket warna putih merah dengan pengirim RB JAYA MANDIRI, Ciputat, Tangerang Selatan yang dilakban warna putih dan berisi sediaan farmasi jenis obat tablet warna putih berlogo “Y” sebanyak 1000 butir.

Selain itu, petugas juga menemukan sebuah paket warna putih merah, dengan pengirim SL LIFS Ciputat, Tangerang Selatan, yang juga dilakban warna putih berisi sediaan farmasi jenis obat tablet warna putih berlogo “Y” sebanyak 1000 butir, 1 plastik klip yang di lakban warna merah yang berisi sediaan farmasi jenis obat tablet warna kuning berlogo DMP NOVA sebanyak 1000 butir dan 10 strip obat tablet Trihexyphenidyl 2 mg masing-masing 10 butir.

‘’Saat dilakukan interogasi awal, pelaku GAPS mengaku bahwa sebagian barang haram tersebut milik temannya, yakni FDA,’’ ungkap Kapolres.

Selanjutnya, petugas Sat Resnarkoba Polres Grobogan melakukan penangkapan terhadap FDA (19) dan melakukan penggeledahan di sebuah rumah yang berada di Desa Wolo, Kec. Penawangan, Kab. Grobogan.

Dari hasil penggeledahan, Sat Resnarkona Polres Grobogan menemukan sebuah kotak besi warna hitam yang berisi 15 strip obat tablet Trihexyphenidyl 2 mg masing-masing 10 butir, 10 plastik klip kecil yang berisi obat tablet warna putih berlogo “Y” dalam bungkus rokok dunhill warna hitam, 5 plastik klip kecil yang berisi obat tablet warna putih berlogo “Y” dalam bungkus rokok dunhill warna hitam dan uang tunai sebesar Rp 850 ribu.

“Total obat yang disita sejumlah 3.400 butir. Selain itu, petugas juga mengamankan dua ponsel merk Vivo Y91 warna biru dan Iphone 7 warna hitam milik kedua pelaku,’’ kata Kapolres.

Anung menjelaskan, setiap orang yang memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu subsider setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan tetapi melakukan praktik kefarmasian, dalam hal terdapat praktik kefarmasian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang terkait dengan sediaan farmasi berupa obat keras, sebagaimana di maksud dalam Pasal 435 subsider Pasal 436 ayat (1) ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana.

‘’Kedua pelaku terancam pidana maksimal 5 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 500 juta,’’ tutup Kapolres Grobogan. (@wg/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed