Luigi Sun (sebelah kiri) Ketua DPP Permadani Suyitno Yoga Pamungkas dalam acara Buka Siyam Sesarengan (ft.dok.Permadani).
METROPOS.ID || Semarang – Ada yang istimewa dalam acara Buka Siyam Sesarengan (buka puasa bersama) yang dilaksanakan Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Cabang Kec. Mijen, Semarang di Pendapa Kinanthi Wonolopo, Mijen, Sabtu (23/3/2024).
Pasalnya dalam acara buka puasa bersama tersebut dihadiri tamu manca negara, Mr. Luigi Sun dari Italia dan Rihab Chatti, Naur Elhouda Naussa dari Tunisia.
Dengan riang gembira, Luigi Sun dan kawan-kawan mengikuti acara buka puasa bersama yang seakan telah menyatu dengan keluarga besar Permadani.
“Saya cinta Indonesia, karena orangnya ramah-ramah semua, seperti hari ini disini, makan bersama, shalat bersama. Ini bagus, saya gak mau pulang,” ujar Luigi Sun dengan tawa bahagia saat sambutan singkat dengan bahasa Indonesia dan mendapat uplaus dari yang hadir.
Luigi Sun bersama Rihab Chatti dan Naur Elhouda Naussa adalah merupakan mahasiswa yang mengemban tugas belajar dalam program pertukaran mahasiswa yang sekaligus dapat belajar lebih mengenal keragaman budaya Nusantara termasuk di Permadani.
Dikatakannya sisa waktu 3 hingga 4 bulan berada di Indonesia Luigi Sun berkeinginan untuk mengenal lebih banyak lagi tentang budaya serta bahasa Jawa melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Permadani.
“Saya mengucapkan terima kasih untuk semua, dan matur nuwun,” singkatnya.
Edi Purnomo Ketua Permadani Cabang Kec. Mijen menyampaikan, buka siyam sesarengan (buka puasa bersama) di bulan Ramadhan 1445 H mempunyai harapan dan tujuan sebagai sarana meningkatkan jalinan silaturahmi keluarga besar Permadani Cabang Mijen.
Dikatakan Edi, sesuai dengan semboyan Permadani dalam sesanti Tri Niti Yogya yang berarti 3 perilaku baik (memayu hayuning sasama/berupaya menciptakan suasana ketentraman dan kedamaian, dados juru ladosing bebrayan ingkang sae/sebagai abdi masyarakat yang baik, sadengah pakaryan sageda tansah ngremenaken tiyang sanes/setiap perilaku atau tindakan dapat menyenangkan orang lain) yang menjadi pegangan keluarga besar Permadani dalam kiprahnya menjaga dan melestarikan budaya luhur bangsa agar tidak tergerus oleh pesatnya teknologi yang berpotensi mengikis kebudayaan Indonesia.
Selain itu diharapkan dengan kegiatan-kegiatan budaya dapat menggugah dan membangkitkan semangat generasi muda untuk mencintai budayanya sendiri.
Lebih lanjut Edi bersama para pengurus Permadani Cabang Mijen senantiasa berusaha membawa gerbong Permadani menjadi lebih baik, berkembang dan lebih dikenal masyarakat sebagai penjaga dan pelestari budaya khususnya budaya Jawa.
“Ya sekedar mengemban amanah sebagai keluarga besar Permadani untuk turut serta menjaga, melestarikan dan mengembangkan Permadani sesuai sesanti Tri Niti Yogya sebisa dan semampu mampunya,” tutur Edi yang juga Ketua Bidang 3 Seni Budaya dan Olah Raga di Forum LPMK Kota Semarang.
Buka Siyam Sesarengan Permadani Cabang Kec. Mijen yang dilanjutkan dengan shalat Maghrib dan taraweh berjamaah ini dihadiri Ketua DPP Permadani Drs. Suyitno Yoga Pamungkas, M.Pd, Penasehat Permadani Mijen H.A Dawud, DPD Permadani Kota Semarang yang diwakili Sekretaris DPD Kusmanto, pamong Permadani Cabang Mijen serta siswa pawiyatan Bregada 6. (had/red).
Luigi Sun (sebelah kiri) Ketua DPP Permadani Suyitno Yoga Pamungkas dalam acara Buka Siyam Sesarengan di Pendapa Kinanthi Wonolopo, Mijen.(ft.dok.Permadani).








Komentar