SMK Islamiyah Sapugarut, Kab. Pekalongan, Jawa Tengah (ft Mit)
METROPOS.ID II Pekalongan – Diduga dibuly temannya siswa kelas 10 SMK Islamiyah Sapugarut, Kab. Pekalongan, Jawa Tengah, jatuh sakit. Bermula dari cerita Yusril kaka kandung korban, mengaku sehari sebelumnya yakni hari Selasa (14/5/2024) adiknya yang bersekolah di SMK Islamiyah Sapugarut terkena razia dengan 13 siswa yang lain karena kedapatan melanggar tata tertib sekolah karena berambut panjang.
“Sebenarnya sudah hampir satu tahun ini adik saya, M-Z sering dikata-katain (dibuly) temannya dikatakan pemabuk dan bakul Ciu (penjual miras), karena di lingkungan kami ada seorang penjual miras. Dan Puncaknya kemarin adik saya M-Z, terkena razia tata tertib, dan pulang dengan rambut poak – poak (tidak rata) ahirnya saya bawa ke tukang potong rambut dan terpaksa harus di potong pendek karena saat di kenai sanksi oleh pihak sekolah rambut adik saya di potong tidak rata. Mungkin karena malu M-Z kesekolah memakai topi, dan adik saya kembali dibuly topi yang di pakainya di buang oleh dua temannya, adik saya malu dan tidak mau sekolah,” ungkap Yusril kaka kandung M-Z yang juga sekaligus berperan sebagai orang tua yang menafkahi kedua adiknya karena sudah sejak lama kedua orang tua mereka meninggal.
Saat ditanya lebih lanjut siapa yang melakukan pemotongan rambut Yusril mengaku dilakukan oleh guru olahraga dan pihak STP2K (Satuan Tugas Pelaksana Pembina Kesiswaa).
Ditambahkan oleh Yusril sejak kejadian itu adiknya tidak mau masuk sekolah akibat malu dan takut di buly temannya.
“adik saya tidak mau sekolah mungkin karena malu atau takut dan tertekan bahkan saat ini adik saya sakit,” tambahnya.
Selanjutnya pada hari Selasa (21/5/2024) awak media mengkonfirmasi kejadian tersebut ke pihak sekolah dan mencoba menemui kepala sekolah SMK Islamiyah Sapugarut namun sejumlah guru mengatakan kepala sekolah tidak berada ditempat.
“kepala sekolah tidak ada di tempat karena sedang ada keperluan diluar bertemu dengan klien, kalau untuk kejadian kemarin kami sudah melakukan mediasi dengan pihak wali murid dan sudah ada 2 siswa kami yakni A-S-A dan R-A-Y, yang mengaku melakukan pem-bulyan terhadap M-Z, namun memang hingga saat ini kami belum melakukan home visit karena kami masih sibuk ada agenda perayaan Harlah, puncaknya besok hari Rabu,” jelas wali kelas 10 TBSM 4 Rizki Agustiani atau akrab di sapa Tiwi.
“M-Z anaknya memang sangat tertutup dan agak susah diajak komunikasi makanya kami juga tidak tahu kalau selama ini dia mendapatkan buly dari temannya namun sejauh ini yang kami tahu hanya berupa perkataan saja tidak sampai pisik,” imbuhnya yang mengaku baru satu tahun mengajar di sekolah swasta tersebut.
Sementara itu Humas SMK Islamiyah Sapugarut Siti Nur Hidayati saat ditanya soal tindakan pisik sekolah yang melakukan pemotongan rambut terhadap siswanya mengelak.
“untuk menangani siswa kami ada tahapan-nya. Pertama kami berikan peringatan secara lisan sampai ketiga kali jika memang masih melanggar maka kami lakukan tindakan, dan tindakan memotong rambut itu guru hanya memotong sebagian saja dan selanjutnya karena kita punya alat pemotong rambut, kami serahkan ke siswa mereka sendiri yang saling memotong teman-temannya. Pemotongan rambut itu kalau menurut saya bukan tindakan pisik, karena ini merupakan bagian dari tata tertib sekolah yang sudah kami buat dan dalam mendisiplinkan siswa, jadi itu sudah sesuai dengan peraturan kami,” terangnya.
Saat awak media akan melakuan konfirmasi dengan kepala sekolah SMK Islamiyah, humas mengatakan sedang tidak di tempat dan nanti akan menyampaikan dengan beliau. Namun sampai berita ini dirilis belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak kepala sekolah SMK Islamiyah Sapugarut. (Mit/Red).












Komentar