oleh

Kunker Menhan RI Di Gunung Kidul Didampingi Pangdam IV/Dip, Ini Tujuannya

Menhan RI Prabowo Subianto saat di Gunung Kidul (ft pendam4/Dip)

METROPOS.ID II Gunungkidul – Menhan RI (Menteri Pertahanan Republik Indonesia) Jenderal TNI (HOR) (Purn) Prabowo Subianto didampingi Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., melakukan kunker (kunjungan kerja) dalam rangka pengecekan lokasi pengairan lahan pertanian dari sumber air Goa Buntet di Dusun Ketangi, Kelurahan Banyusoco, Kec. Playen, Kab. Gunung Kidul, DIY, pada Senin (3/6/2024).

Kunjungan ini menandakan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan sistem irigasi modern untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Sistem ini terbilang canggih dan inovatif, dengan memanfaatkan energi terbaru seperti panel surya untuk mengoperasikan pompa air.

Sistem irigasi ini memberikan manfaat nyata bagi para petani di Dusun Ketangi, Kepek I, Kepek II, dan Desa Karang Duwet. Dengan akses air yang memadai sepanjang tahun, para petani dapat menanam padi dan tanaman lain secara berkelanjutan, sehingga meningkatkan hasil panen dan pendapatan mereka.

Program pengairan ini memberikan manfaat bagi 511 petani di Desa Banyusoco dengan luas lahan 307,9 hektar, meliputi Dusun Ketangi seluas 99 hektar, Dusun Kepek I seluas 103,9 hektar, dan Dusun Kepek II seluas 105 hektar. Di Desa Karang Duwet, penerima manfaat berjumlah 2.303 petani dengan luas lahan 701,1 hektar.

Kapendam IV/Dip Letkol Inf Andy Soelistyo K.P., S.Sos., M.Tr.(Han)., menyatakan bahwa kehadiran Pangdam IV/Dip mendampingi Menhan RI adalah wujud sinergi antara TNI dan Kemenhan RI (Kementerian Pertahanan Republik Indonesia) dalam memastikan program-program strategis berjalan lancar di lapangan.

“Pangdam IV/Dip sangat mendukung upaya Menhan RI dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengembangan infrastruktur irigasi yang modern dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sistem irigasi ini bukan hanya tentang mengairi sawah, tetapi juga tentang menjaga kelestarian lingkungan. Dengan memanfaatkan air bawah tanah, sistem ini membantu mengurangi penggunaan air tanah yang berlebihan, sehingga menjaga keseimbangan alam.

“Dengan adanya sistem irigasi yang baik dan dukungan dari pemerintah, para petani di Kab. Gunungkidul diharapkan dapat hidup sejahtera dan mandiri. Sistem ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dan inovasi dapat membantu meningkatkan kehidupan masyarakat dan menjaga kelestarian alam,” pungkas Kapendam. (@wg/pendam4/Dip/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed