Para pekerja tanpa memakai APD (ft Nang)
METROPOS.ID II Salatiga – Proyek pembangunan Kantor BLK (Balai Latihan Kerja) yang berada di Jalan Sumur Bandung, Karangkepoh, Tegal Rejo, Salatiga diduga pengerjaan tidak sesuai spek, pada saat awak media monitoring pekerjaan Kantor BLK di temukan para pekerja tidak di lengkapi dengan APD sesuai izin K3 yang di wajibkan oleh Pemerintah, baik sepatu safety, rompi, dan helm. Mandor Proyek ketika di klarifikasi oleh awak Media mengenai spek matrial besi, semen, pasir, batu dan adukan bingung menjawab.
“Saya hanya kerja sebagai mandor untuk komposisi adukan dan spek matrial saya tidak paham,” ujar mandor yang tidak mau di sebut namanya.
Anehnya sekelas mandor proyek tidak tahu spek material, ini akan berbahaya terhadap hasil pekerjaannya, di ketahui plesteran adukan semen di congkel pakai tangan bisa lepas.
Adapun konsultan pengawas saat tim monitoring pekerjaan juga tidak berada di tempat.
Jelas Proyek tersebut tidak sesuai pagu anggaran APBD yang tertera, Informasi di dapat dari beberapa sumber anggaran tersebut di pergunakan belanja lain bukan kebutuhan pembangunan berupa matrial namun alat kerja 1. Molen, 2. Genset, 3. Cuttingwel. Hal tersebut di sampaikan oleh Direktur CV. Graha Estetika (Rina Widyastuti) yang beralamat di Jl. Kalisawo Perum Sawo Mas Bugel, Kota Salatiga.
Sedangkan di lokasi pekerjaan banyak di temukan kejanggalan baik pengerjaan maupun matrial di duga semua asal asalan, seperti pasangan Pondasi batu, galian pondasi kedalaman kurang dari 60cm, pemasangan besi stek menggunakan besi bekas bongkaran, slop dan kolom menggunakan besi ukuran 10 kecil tidak SNI. (Nang/Red).











Komentar